Dukung Swasembada Papan 2045, BTN Siap Sediakan KPR Tenor 40 Tahun

Senin, 25 Mei 2026, 16:25 WIB

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungannya terhadap gagasan Swasembada Papan 2045 sebagai strategi besar untuk memperkuat sektor perumahan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dukungan tersebut disampaikan dalam peluncuran dan bedah buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 karya Fahri Hamzah di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (21/5).

Acara tersebut mempertemukan sejumlah pemangku kepentingan di sektor perumahan nasional. Hadir dalam diskusi itu Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Wakil Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman sekaligus penulis buku Fahri Hamzah, serta Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu bersama jajaran direksi BTN.

Ket. Foto: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungannya terhadap gagasan Swasembada Papan 2045 sebagai strategi besar untuk memperkuat sektor perumahan nasional. Dukungan tersebut disampaikan dalam peluncuran dan bedah buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 di Menara 2 BTN, Jakarta, Kamis (21/5). — Sumber: Istimewa

Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menilai gagasan Swasembada Papan 2045 sejalan dengan pemikiran para tokoh ekonomi nasional terdahulu terkait pentingnya akses hunian murah bagi masyarakat. Menurut dia, sektor perumahan memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.

"Satgas Perumahan kini tengah mengorkestrasi strategi besar untuk mempercepat program 3 juta rumah. Fokus kami jelas, memastikan program ini tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Hashim.

Hashim mengatakan program penyediaan rumah bukan sekadar proyek pembangunan properti biasa. Menurut dia, program tersebut menjadi bagian dari transformasi besar yang akan memengaruhi fondasi sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia dalam jangka panjang.

Sementara itu, Fahri Hamzah menjelaskan buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 lahir dari keprihatinannya terhadap persoalan backlog perumahan dan ketimpangan kepemilikan rumah di Indonesia. Ia menyebut sektor hunian perlu ditempatkan sebagai agenda strategis nasional.

"Swasembada papan adalah harga mati jika kita ingin membangun fondasi sosial dan ekonomi masyarakat yang kuat ke depan," kata Fahri.

Menurut Fahri, saat ini backlog perumahan di Indonesia diperkirakan mencapai 10 hingga 12 juta unit. Selain itu, sekitar 20 juta masyarakat masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH), termasuk jutaan warga yang menempati rumah yang bukan milik pribadi.

Ia menilai program 3 juta rumah menjadi bagian penting dalam transformasi bangsa karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat sekaligus pemerataan kesejahteraan. Karena itu, diperlukan dukungan pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar target tersebut dapat tercapai.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu memastikan BTN siap menjadi motor utama pembiayaan sektor perumahan nasional. BTN, kata dia, tengah menyusun peta jalan strategis agar pembiayaan hunian dapat diakses seluruh lapisan masyarakat, termasuk pekerja sektor informal.

"Kami menyusun peta jalan strategis ini agar tidak ada masyarakat yang tertinggal. Sinergi antara Satgas Perumahan, kementerian, dan BTN akan menjadi kunci utama mewujudkan Swasembada Papan 2045," ujar Nixon.

BTN juga menawarkan skema pembiayaan jangka panjang dengan tenor 20 hingga 40 tahun untuk menjaga keterjangkauan cicilan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah itu dinilai penting di tengah tren kenaikan harga properti yang terus terjadi.

Menurut Nixon, tantangan terbesar sektor perumahan saat ini adalah menghadirkan sumber pembiayaan jangka panjang dengan biaya murah dan tetap terjangkau masyarakat. Karena itu, diperlukan instrumen pembiayaan yang mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis dan daya beli masyarakat.

"Bagi kami, indikator utama pembiayaan murah adalah keterjangkauan. Tantangannya bagaimana merumuskan instrumen pembiayaan agar cicilan rumah tidak mencekik kantong rakyat," tegas Nixon.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.