Wapres Gibran Ingin Sekolah Terpencil Tak Lagi Tertinggal Teknologi.

Sabtu, 23 Mei 2026, 19:43 WIB

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming mendorong penguatan sarana teknologi di sekolah-sekolah terpencil guna mengejar ketertinggalan.

Ia mencermati pentingnya implementasi infrastruktur pendidikan modern seperti "Interactive Flat Panel (IFP)"/Papan Interaktif Digital (PID) yang kini mulai menyasar wilayah Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ket. Foto: Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming menghadiri Tanwir Pemuda Muhammadiyah di Provinsi Bali pada Kamis (21/5). — Sumber: Antara Foto

"Kita ingin memastikan program pendidikan menyentuh area-area yang selama ini sulit dijangkau. Digitalisasi melalui alat-alat pendidikan modern harus bisa dioperasikan dan dimanfaatkan secara maksimal oleh guru dan siswa di wilayah 3T," kata Wapres Gibran dalam pernyataan tertulis yang disiarkan oleh Kemendikdasmen di Jakarta pada Sabtu.

Selain digitalisasi tingkat dasar, Wapres juga memberikan perhatian besar pada penguatan keterampilan tinggi (high skill) di tingkat pendidikan menengah.

Hal ini dianggap krusial guna merespons dinamika global sambil mengoptimalkan bonus demografi melalui peningkatan produktivitas generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menekankan arah pendidikan nasional ke depan harus mampu memberikan solusi nyata bagi berbagai problematika bangsa.

"Pendidikan kita harus membumi, hadir di tengah rakyat, dan mampu memberikan solusi atas berbagai problematika. Kita ingin membangun generasi yang tidak hanya menjulang dalam prestasi global, tetapi tetap memiliki integritas dan nasionalisme yang kokoh sebagai kader bangsa," ujar Mendikdasmen Mu’ti.

Sebagai langkah konkret, pemerintah melalui Kemendikdasmen terus berkolaborasi dalam mengirimkan talenta-talenta unggul, termasuk para tenaga profesional dan alumni beasiswa, untuk terjun langsung memberikan edukasi digital di area Papua, Maluku, dan NTT.

Program ini, kata Mu'ti, bertujuan memberikan pendampingan teknis sekaligus inspirasi bagi siswa-siswi di daerah terpencil.

Ia mengatakan pihaknya senantiasa berkomitmen untuk melakukan percepatan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh pelosok Indonesia.

Fokus utama Kemendikdasmen saat ini tertuju pada transformasi digital di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) serta penyiapan karakter generasi muda yang adaptif terhadap dinamika global.

Langkah ini merupakan manifestasi dari visi Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan sinergi kaum muda dalam peningkatan mutu Sumber Daya Manusia (SDM).

Melalui pemerataan akses layanan dasar serta optimalisasi potensi di setiap daerah, pemerintah berupaya memperkokoh daya saing bangsa untuk menghadapi tantangan global demi mewujudkan Indonesia Maju.

  • Wapres Gibran Rakabuming Raka

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.