Mengenal 'Sheikh of Snipers', Penembak Runduk Irak yang Habisi Ratusan Anggota ISIS

Jumat, 22 Mei 2026, 00:07 WIB

BAGHDAD - Abu Tahsin al-Salihi, yang dikenal sebagai "Sheikh of Snipers," adalah seorang pejuang sukarelawan Irak yang menjadi tokoh legendaris selama perang melawan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). 

Dikutip dari berbagai sumber, pada usia 60-an, ia bergabung dengan Pasukan Mobilisasi Populer dan mendapatkan reputasi atas kemampuan menembaknya yang luar biasa.

Ket. Foto: Tenang dan sangat berdedikasi, Abu Tahsin al-Salihi kerap terjun di garis depan pertempuran seperti Mosul. Ia gugur dalam pertempuran pada tahun 2017, meninggalkan warisan abadi sebagai salah satu tokoh perang modern paling ikonik di Irak. — Sumber: Istimewa

Al-Salihi bertempur bersama pasukan keamanan Irak dan koalisi internasional yang menargetkan benteng-benteng ISIS di seluruh Irak, dilaporkan telah membunuh ratusan pejuang ISIS. 

Dia adalah tokoh penting di garis depan selama upaya berat tahun 2016–2017 untuk merebut kembali Mosul dari kendali ISIS, bertindak sebagai pengawas dan penembak jitu

Tenang dan sangat berdedikasi, al-Salihi bertempur di garis depan dalam pertempuran. 

Al-Salihi mendapatkan julukan legendarisnya karena usianya yang sudah lanjut dan ketepatannya yang tak tertandingi dalam menggunakan senapan. 

Senjata Pilihan

Sheikh of Snipers terutama menggunakan senapan anti-material buatan Iran (sering diidentifikasi sebagai AM-50 Sayyad), sangat menyukai pertempuran jarak jauh untuk menekan posisi musuh.

Pengalaman Tempur

Di luar ketenarannya dalam kampanye anti-ISIS, karier militernya sangat luas. Ia sebelumnya bertempur dalam beberapa konflik bersejarah, termasuk Perang Yom Kippur, Perang Iran-Irak, Perang Teluk, dan invasi Irak tahun 2003.

Kematian

Ia gugur dalam pertempuran pada tahun 2017, meninggalkan warisan abadi sebagai salah satu tokoh perang modern paling ikonik di Irak.  Al-Salihi tewas tertembak selama serangan penting untuk membebaskan wilayah strategis Hawija, sebelah barat Kirkuk, pada tahun 2017.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.