IHSG Kembali Menggeliat, Saham Energi Bangkit

Jumat, 22 Mei 2026, 17:57 WIB

JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan mulai pulihnya minat investor terhadap saham-saham berbasis komoditas setelah sebelumnya mengalami tekanan.

Rebound sektor energi dan basic materials menjadi penopang utama karena pelaku pasar melihat peluang kenaikan kinerja emiten seiring stabilnya harga komoditas global dan meningkatnya permintaan industri.

Ket. Foto: Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham atau IHSG di Bursa Efek Indonsia (BEI), Jakarta. — Sumber: ANTARA/ Dhemas Reviyanto.

Kondisi ini juga mencerminkan bahwa pasar masih menempatkan sektor berbasis sumber daya alam sebagai motor penting dalam menjaga momentum indeks.

Meski demikian, penguatan tersebut tetap dibayangi sentimen eksternal seperti arah suku bunga global dan pergerakan harga energi dunia yang masih fluktuatif.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (22/5) sore, ditutup menguat 67,11 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.162,05 ditopang oleh rebound (berbalik menguat) saham-saham sektor energi dan basic materials (barang baku).

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,04 poin atau 0,66 persen ke posisi 620,44.

"IHSG ditutup menguat seiring rally saham energi dan basic materials," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

IHSG ditutup menguat setelah sebelumnya sempat melemah hingga menyentuh level 5,966.86 pada perdagangan hari ini, dengan hampir seluruh sektor ditutup di zona hijau.

Penguatan IHSG terutama ditopang sektor energi dan basic materials yang masing-masing naik 6,85 persen dan 4.84 persen, seiring beredarnya rumor bahwa Indonesia akan menunda implementasi penuh kebijakan ekspor batu bara dan komoditas strategis lainnya yang dikendalikan negara hingga 1 Januari 2027.

"Penundaan ini dinilai memberikan periode transisi yang lebih panjang bagi eksportir dan pembeli internasional untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan tersebut," ujar Ratna.

Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 6,74 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen non primer yang naik masing-masing sebesar 4,82 persen dan 2,43 persen.

Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor keuangan yang turun paling dalam sebesar 0,07 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DFAM, CTBN, PBSA, TALF, dan MDKA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni PGLI, ASPR, BOBA, LCKM, dan APIC.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.970.670 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,28 miliar lembar saham senilai Rp21,56 triliun.

Sebanyak 449 saham naik, 251 saham menurun, dan 118 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei menguat 1.690,86 poin atau 2,74 persen ke 63.375,00, indeks Shanghai menguat 35,62 atau 0,87 persen ke 4.112,90, indeks Hang Seng menguat 219,51 poin atau 0,86 persen ke 25.606,03, dan indeks Strait Times menguat 22,44 poin atau 0,44 persen ke 5.068,15.

  • Ihsg hari ini

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.