Wisata Geopark Meratus sebagai Representasi Kalimantan

Kamis, 21 Mei 2026, 16:25 WIB

BANJARMASIN -- Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat identitas Geopark Meratus sebagai representasi jiwa Kalimantan, baik dari sisi alam, budaya, maupun masyarakatnya.

Wakil Sekretaris BPGM Theodorik Rizal Manik di Banjarbaru, Kamis  menjelaskan pengembangan kawasan pada tahun 2026 mengusung tema besar “Soul of Borneo” sebagai identitas utama destinasi.

Ket. Foto: Badan Pengelola Geopark Meratus (BPGM) Kalimantan Sekatan terus memperkuat identitas Geopark Meratus sebagai representasi jiwa Kalimantan, baik dari sisi alam, budaya, maupun masyarakatnya. — Sumber: ANTARA/HO-Medcen Kalsel

"Tema tersebut mencerminkan kekayaan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Kalimantan, yang menjadi daya tarik utama Geopark Meratus," ujarnya.

Pengembangan kawasan, lanjutnya, dibagi ke dalam empat rute perjalanan utama, yakni rute Utara, Timur, Selatan, dan Barat. Keempat rute ini dirancang untuk memberikan pengalaman wisata yang beragam dan terintegrasi.

“Kita memiliki empat rute utama yang masing-masing memiliki karakteristik dan potensi berbeda. Ini memberikan pilihan pengalaman bagi wisatawan untuk menjelajahi Geopark Meratus secara menyeluruh,” ucapnya.

Terdapat sebanyak 54 geosite yang tersebar di seluruh kawasan Geopark Meratus. Geosite tersebut dikelola oleh berbagai pihak, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), komunitas lokal, hingga pegiat lingkungan.

“Sebanyak 54 geosite ini menjadi kekuatan utama kita. Pengelolaannya melibatkan masyarakat secara langsung, sehingga manfaat ekonomi juga bisa dirasakan secara merata,” kata Theodorik.

Ia menambahkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan geosite menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan Geopark Meratus yang berbasis pemberdayaan.

“Dengan pengelolaan berbasis komunitas, kita tidak hanya mengembangkan pariwisata, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat lokal,” ungkapnya.

Selain pengembangan rute dan geosite, BPGM juga mengoordinasikan berbagai program strategis lintas sektor, seperti Global Green Culture dan pengembangan gastronomi daerah.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata untuk menghadirkan kegiatan yang mengangkat nilai budaya dan kuliner lokal,” kata Theodorik Rizal.

Melalui pendekatan terintegrasi ini, lanjutnya, Geopark Meratus diharapkan mampu menjadi destinasi unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memiliki daya saing global.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.