• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Telkom Dorong Kemandirian ...

Telkom Dorong Kemandirian Digital Lewat Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026

Kamis, 21 Mei 2026, 18:33 WIB

JAKARTA — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menggelar Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 bertajuk “The Rise of Indonesia Tech Sovereignty” di Telkom Landmark Tower, Jakarta, Rabu (20/5). Forum ini menjadi wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia melalui pengembangan sovereign cloud, kecerdasan buatan (AI), dan keamanan siber nasional.

Forum tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah, industri, hingga sektor teknologi global, di antaranya Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah, Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Indonesia Ricardo Irwan Rei, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas, Direktur Strategic Business Development and Portfolio Telkom Seno Soemadji, serta Managing Director Gen AI Lead dan Sovereign AI Lead for Accenture APAC Kunal Shah.

Ket. Foto: Tech Sovereignty Forum 2026. Acara yang diadakan sebagai upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem digital nasional yang mandiri, aman, dan berdaya saing melalui pengembangan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity Indonesia, ini diselenggarakan di Jakarta pada hari Rabu (20/5). — Sumber: Telkom Indonesia

Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai mencerminkan pentingnya kolaborasi nasional dalam memperkuat posisi Indonesia di tengah percepatan transformasi digital global. Telkom menilai isu kedaulatan teknologi kini menjadi perhatian banyak negara seiring meningkatnya ketergantungan terhadap infrastruktur, platform, dan teknologi digital global.

Menurut perusahaan, ketergantungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek teknologi, tetapi juga menyangkut ketahanan ekonomi, keamanan data, dan kepentingan strategis nasional. Karena itu, penguatan sovereign digital ecosystem dianggap penting agar data, infrastruktur, kapabilitas AI, dan keamanan digital nasional tetap berada dalam kendali serta yurisdiksi Indonesia.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital RI Edwin Hidayat Abdullah mengatakan transformasi digital nasional tidak cukup hanya berfokus pada percepatan adopsi teknologi, tetapi juga harus memperhatikan kapasitas dan ketahanan ekosistem digital nasional.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi sangat penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi global, tetapi juga mampu membangun kapabilitas digital nasional yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Edwin pada kesempatan tersebut.

Sementara itu, Deputi IV Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas menyoroti pentingnya pengelolaan data strategis nasional di bawah yurisdiksi Indonesia. Menurut dia, penguasaan terhadap sistem keamanan dan enkripsi menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan data nasional.

“Data strategis nasional perlu dikelola dan berada dalam yurisdiksi Indonesia agar operasional, ownership, dan aspek pengamanannya dapat dikendalikan secara optimal,” kata Slamet.

Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menilai momentum transformasi digital harus dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat posisi dalam ekosistem teknologi global. Ia menyebut penguatan cloud, AI, dan cybersecurity nasional menjadi fondasi penting agar nilai ekonomi digital dapat berkembang dan memberikan manfaat lebih besar bagi Indonesia.

“Indonesia memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar digital, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem teknologi regional,” ujar Seno.

Dalam forum tersebut, Telkom juga meluncurkan Charter of Digital Sovereignty sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pengembangan ekosistem teknologi nasional. Selain itu, perusahaan memperkenalkan inisiatif AdyaCakra yang difokuskan pada pengembangan sovereign cloud, sovereign AI, dan sovereign cybersecurity.

Inisiatif tersebut diharapkan mampu memperkuat fondasi digital nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis ekosistem digital yang lebih adaptif dan kompetitif.

Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026 turut membahas sejumlah isu strategis lain, mulai dari pengembangan infrastruktur cloud nasional, AI berbasis konteks Indonesia, penguatan ketahanan siber, hingga pembangunan kapasitas talenta digital.

Sebagai bagian dari strategi transformasi TLKM 30, Telkom menyatakan terus memperkuat perannya sebagai orkestrator ekosistem digital nasional melalui pengembangan infrastruktur digital, platform, dan kapabilitas teknologi.

Telkom juga mengembangkan AI Center of Excellence (AI CoE) yang mencakup lima pilar utama, yakni AI Campus untuk pengembangan talenta dan riset bersama perguruan tinggi, AI Playground bagi para pengembang, AI Connect untuk komunitas, AI Hub untuk solusi industri dan masyarakat, serta AI Native untuk implementasi AI di lingkungan internal perusahaan.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Telkom menargetkan penguatan perlindungan data dan kedaulatan digital nasional sekaligus mendorong terciptanya nilai ekonomi baru di sektor digital Indonesia.

  • cybersecurity
  • sovereign cloud
  • AI Indonesia
  • Telkom Indonesia
  • Ekonomi Digital
  • Transformasi Digital
  • Indonesia Tech Sovereignty Forum 2026
  • AdyaCakra
  • kedaulatan teknologi

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.