NATO Masih Alot, Jerman Cari Jalur Cepat Masukkan Ukraina ke Uni Eropa

Kamis, 21 Mei 2026, 20:45 WIB

JAKARTA - Kanselir Jerman Friedrich Merz mengusulkan agar Uni Eropa mempertimbangkan pemberian status "keanggotaan asosiasi" kepada Ukraina di tengah upaya menghidupkan kembali perundingan damai dengan Russia. Usulan tersebut tertuang dalam surat kepada para pejabat tinggi Uni Eropa yang diperoleh Associated Press pada Kamis.

Langkah itu muncul ketika Uni Eropa mulai mempertimbangkan kemungkinan membuka jalur negosiasi sendiri dengan Presiden Russia Vladimir Putin. Situasi tersebut terjadi setelah pembicaraan damai yang dimediasi Amerika Serikat mengalami perlambatan di tengah meningkatnya perhatian Washington terhadap konflik Iran.

Ket. Foto: Kanselir Jerman Friedrich Merz mengusulkan agar Uni Eropa mempertimbangkan pemberian status "keanggotaan asosiasi" kepada Ukraina di tengah upaya menghidupkan kembali perundingan damai dengan Russia. Usulan tersebut tertuang dalam surat kepada para pejabat tinggi Uni Eropa yang diperoleh Associated Press. — Sumber: AFP

Dalam proposalnya, Merz mengusulkan Ukraina dapat mengikuti berbagai pertemuan Uni Eropa meski tanpa hak suara. Selain itu, Ukraina juga diusulkan memperoleh status anggota asosiasi tanpa hak suara di Komisi Eropa dan Parlemen Eropa.

Merz menegaskan status tersebut bukan bentuk keanggotaan ringan. Menurutnya, skema itu bahkan jauh melampaui Perjanjian Asosiasi yang selama ini menjadi dasar hubungan Uni Eropa dan Ukraina.

Ia juga mengusulkan mekanisme pengembalian otomatis apabila Ukraina mengalami kemunduran dalam standar demokrasi. Langkah itu disebut sebagai bentuk pengawasan agar reformasi tetap berjalan sesuai prinsip Uni Eropa.

Presiden Dewan Eropa Antonio Costa dan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen sebelumnya telah menegaskan pembicaraan resmi mengenai keanggotaan Ukraina harus segera dimulai tanpa penundaan. Merz dalam suratnya turut mendukung percepatan proses tersebut.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyambut positif sinyal kemajuan negosiasi aksesi Uni Eropa. Dalam pidatonya pada Rabu, Zelenskyy mengatakan perkembangan tersebut sangat penting bagi Ukraina.

"Ukraina telah memenuhi semua yang diperlukan untuk kemajuan ini," ujar Zelenskyy.

Dalam proses aksesi Uni Eropa, negara kandidat wajib menyelaraskan hukum nasional mereka dengan 35 bidang kebijakan Uni Eropa. Seluruh tahapan tersebut membutuhkan persetujuan bulat dari 27 negara anggota untuk membuka maupun menutup setiap bab negosiasi.

Selama ini Hongaria menjadi salah satu negara yang menghambat pembukaan negosiasi resmi Ukraina. Namun perubahan pemerintahan di Budapest bulan ini dinilai dapat membuka peluang perubahan sikap terhadap proses aksesi Kyiv.

Meski demikian, usulan Merz diperkirakan memicu perdebatan di internal Uni Eropa. Sejumlah pejabat Eropa menilai keanggotaan Uni Eropa harus tetap berbasis pencapaian dan hanya diberikan setelah seluruh syarat dipenuhi sepenuhnya.

Merz juga mengusulkan pendekatan serupa diterapkan bagi negara-negara lain yang masih menunggu proses keanggotaan, terutama kawasan Balkan Barat. Para pemimpin Uni Eropa dijadwalkan membahas isu tersebut dalam konferensi tingkat tinggi bulan depan.

Terkait perang Russia-Ukraina, Merz menilai proposal tersebut dapat membantu mendorong perundingan damai yang lebih luas. Menurutnya, stabilitas Ukraina memiliki dampak langsung terhadap keamanan Eropa secara keseluruhan.

"Ini penting tidak hanya untuk keamanan Ukraina tetapi juga untuk keamanan seluruh benua," tulis Merz dalam suratnya.

Bagi Ukraina, keanggotaan Uni Eropa dipandang sebagai salah satu bentuk jaminan keamanan jangka panjang setelah perang berakhir. Sementara itu, keanggotaan NATO yang selama ini diinginkan Kyiv masih menghadapi penolakan dari sejumlah pihak, termasuk pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

Pasar-pasar Sepi Pengunjung, DPRD Banjarmasin Dorong Perlunya Penataan Ulang

Pasar-Pasar di Banjarmasin Makin Sepi? DPRD Minta Segera Ditata Ulang

Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius

Cuaca Jakarta Hari Minggu Ini: Cerah Berawan Siang hingga Malam

Hasil Liga Italia: Napoli Awali Musim Serie A dengan Taklukkan Genoa 2-0, De Bruyne Sumbang Gol

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.