Putin Berterima Kasih kepada Trump, Upaya Damai Rusia-Ukraina Masuk Babak Baru

Minggu, 06 Sep 2026, 12:50 WIB

Kyiv, Ukraina - Utusan Amerika Serikat (AS) membahas "rencana substantif" untuk langkah selanjutnya dalam upaya mengakhiri perang Ukraina saat bertemu dengan Presiden Russia Vladimir Putin. Gedung Putih mengatakan hal tersebut pada Minggu (6/9) sebelum kedua utusan bertolak menuju Kyiv.

Mitra bisnis Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, mengunjungi Moskow dengan harapan dapat menghidupkan kembali perundingan untuk mengakhiri konflik paling parah di Eropa sejak Perang Dunia II.

Ket. Foto: Presiden Russia Vladimir Putin (kanan) menyambut Utusan Khusus AS Steve Witkoff (kedua dari kiri) dan menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner (kiri), di Moskow, dalam foto yang didistribusikan oleh kantor berita pemerintah Russia, Sputnik. — Sumber: AFP

Perang tersebut dimulai ketika Russia menginvasi Ukraina pada 2022 dan telah menewaskan ratusan ribu orang serta menyebabkan jutaan lainnya mengungsi. Konflik meningkat pada musim panas ini dengan lonjakan tajam jumlah korban sipil di kedua pihak.

Witkoff dan Kushner bertemu Putin pada Sabtu untuk "memajukan agenda perdamaian Presiden Trump dalam perang Russia-Ukraina", kata seorang pejabat Gedung Putih dalam pernyataan kepada AFP.

"Kedua pihak membahas rencana substantif mengenai langkah selanjutnya, yang akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang, dan menantikan pertemuan yang sama produktifnya besok di Ukraina."

Penasihat Kremlin Yuri Ushakov menyebut pembicaraan tersebut berlangsung "sangat terbuka". Menurut dia, pihak AS mengajukan sejumlah gagasan mengenai kemungkinan jalan menuju penyelesaian konflik, tetapi tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Ushakov menambahkan bahwa pihak Russia menyampaikan kepada utusan AS bahwa Moskow "yakin" dapat mencapai tujuan militernya untuk merebut sisa wilayah Ukraina bagian timur.

Russia dan Ukraina juga berjanji untuk tidak menyerang ibu kota masing-masing selama tiga hari agar proses perundingan dapat berlangsung.

Kunjungan tersebut menjadi perjalanan kedelapan Kushner dan Witkoff ke Moskow selama perang, tetapi merupakan kunjungan pertama mereka ke ibu kota Ukraina, yang selama perang berulang kali menjadi sasaran serangan Russia yang mematikan.

Kantor berita Russia TASS melaporkan pada Minggu pagi bahwa Witkoff dan Kushner telah tiba di Rzeszow, Polandia, dalam perjalanan menuju Kyiv.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan dirinya menantikan kedatangan kedua utusan tersebut pada Minggu.

Wilayah udara Ukraina telah ditutup sejak Moskow melancarkan perang pada Februari 2022. Karena itu, para pemimpin yang berkunjung ke Ukraina selama ini tiba menggunakan kereta api.

Keselamatan Proses Perundingan

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi sebelum pertemuan, Putin mengatakan Russia akan menjamin keselamatan para utusan selama berada di Kyiv, kota yang telah berulang kali menjadi sasaran serangan mematikan Russia selama perang.

"Kami akan melakukan segala sesuatu yang bergantung pada kami untuk menjamin keselamatan proses perundingan dan para mediator seperti Anda," kata Putin kepada Witkoff dan Kushner.

Sebelumnya pada Sabtu, Putin menyampaikan terima kasih kepada Trump karena terus berupaya mengakhiri perang meskipun proses tersebut "tidak sederhana".

Mengenai perjalanan para utusan ke Kyiv, Putin mengatakan bahwa apa pun yang terjadi selanjutnya, kontak semacam itu selalu memberikan manfaat.

Trump pada Jumat mengatakan para utusannya membawa sebuah "proposal" untuk mengakhiri pertempuran.

"Kami memiliki sebuah gagasan untuk perdamaian," kata Trump tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Upaya AS sejauh ini belum menghasilkan terobosan dalam perang tersebut. Proses perdamaian juga terhambat, salah satunya karena konflik Washington dengan Iran.

Russia telah menduduki wilayah yang luas di Ukraina bagian timur dan selatan. Putin menegaskan bahwa Moskow tetap berniat merebut sisa wilayah Ukraina bagian timur.

Gencatan Terbatas

Moskow dan Kyiv sepakat menghentikan serangan selama proses perundingan berlangsung.

"Presiden Russia, sebagai panglima tertinggi, telah memberikan perintah mulai tengah malam untuk tidak menyerang Kyiv selama tiga hari," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Zelensky mengatakan dirinya telah berbicara dengan para utusan AS dan juga berjanji bahwa Kyiv tidak akan menyerang Moskow.

"Mulai sekarang hingga akhir Sabtu, serta pada Minggu dan Senin, Ukraina siap menahan diri dari serangan terhadap Moskow," kata Zelensky.

Pada Sabtu, Putin mengatakan dirinya telah mencatat bahwa pihak Ukraina secara signifikan mengurangi serangan terhadap Rusia dan Moskow.

Namun, Kyiv mengatakan serangan Rusisa telah menewaskan 10 orang di berbagai wilayah Ukraina pada Sabtu, termasuk seorang anak dan anggota keluarganya di wilayah Kharkiv serta dua orang di luar Kyiv.

Zelensky menuduh Moskow berupaya mengganggu kunjungan utusan AS tersebut melalui serangan pada malam hari terhadap dua bandara di Kyiv serta sejumlah sasaran sipil.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.