- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dunia Tak Perlu Panik, WHO...
Dunia Tak Perlu Panik, WHO Pastikan Ebola Bukan Darurat Pandemi
Kamis, 21 Mei 2026, 22:08 WIBJENEWA - Risiko epidemi Ebola "tinggi di tingkat nasional dan regional, dan rendah di tingkat global," dan situasi ini bukanlah "darurat pandemi," demikian disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (20/5).
Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa situasi Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo dan Uganda merupakan Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC), namun bukan darurat pandemi.
Saat berbicara dalam konferensi pers, Direktur Jenderal (Dirjen) WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa Komite Darurat WHO menggelar pertemuan pada Selasa (19/5) dan setuju dengan penilaiannya sebelumnya bahwa situasi Ebola di Republik Demokratik (RD) Kongo dan Uganda merupakan Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional (Public Health Emergency of International Concern/PHEIC), namun bukan darurat pandemi.
Tedros sebelumnya pada Minggu (17/5) mengumumkan status PHEIC untuk wabah Ebola di kedua negara tersebut, menandai pertama kalinya seorang kepala WHO melakukan hal itu tanpa terlebih dahulu mengadakan pertemuan Komite Darurat.
Sejauh ini, 51 kasus telah dikonfirmasi di provinsi utara Ituri dan Kivu Utara di RD Kongo, kata Tedros, seraya menambahkan bahwa skala epidemi di RD Kongo jauh lebih besar.
Selain kasus-kasus terkonfirmasi, terdapat hampir 600 kasus suspek dan 139 kematian suspek, kata Tedros.
Dia mengatakan bahwa WHO memperkirakan jumlah tersebut akan terus meningkat, mengingat virus telah menyebar cukup lama sebelum wabah terdeteksi.
Tedros mengatakan bahwa sangat mendesak untuk bertindak segera guna mencegah lebih banyak kematian dan memobilisasi respons yang efektif dan internasional.
WHO telah mengerahkan personel, pasokan, peralatan, dan dana untuk mendukung otoritas nasional dalam menanggapi situasi ini, ujarnya.
Uganda juga telah memberitahukan WHO mengenai dua kasus terkonfirmasi di ibu kota Kampala, termasuk satu kematian, di antara dua orang yang melakukan perjalanan dari RD Kongo ke Uganda, ungkapnya, seraya menambahkan bahwa seorang warga negara AS yang bekerja di RD Kongo juga terkonfirmasi positif.
Dirjen WHO itu menuturkan bahwa dia telah menyetujui tambahan dana sebesar 3,4 juta dolar AS dari Dana Kontingensi untuk Keadaan Darurat (Contingency Fund for Emergencies), sehingga totalnya menjadi 3,9 juta dolar AS. Ant
Berita Terkait:
-
Di Forum ASEAN, Menaker Bawa Agenda Penguatan Keterampilan dan Pelindungan Pekerja
-
Dirut PLN: Indonesia Jalankan Proyek PLTS Terbesar di Dunia
-
Tim SAR Gabungan Temukan Seorang ABK yang Hilang di Sungai Musi
-
Monitor Gaming Native 1000Hz dari LG Mulai Pre-Order di Indonesia
-
Pameran filateli di Bandung
-
Menkes Budi Gunadi Sadikin Masuk Bursa Dirjen WHO 2027-2032
-
Viral Surabaya Disebut Dilintasi Dua Patahan, Pakar Geologi ITS: Jangan Panik, Perlu Bukti Ilmiah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.