Bukan Cuma Formalitas, Ini Misi Rahasia Indonesia Dukung Kekuatan China di APEC 2026

Rabu, 20 Mei 2026, 03:05 WIB

SHANGHAI - Pemerintah Indonesia menyatakan dukungan penuh terhadap agenda China sebagai Ketua Bergilir APEC 2026 dalam mengakselerasi transformasi digital inklusif bagi seluruh anggota Forum Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik. 

"Pertama, kita tentunya akan berusaha untuk mendukung China terkait dengan pilar-pilar kerja sama yang mereka gaungkan. Secara khusus, Indonesia menekankan isu prioritas transformasi digital yang inklusif," kata Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto kepada ANTARA di Beijing, Selasa.

Ket. Foto: Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto dalam pertemuan "Senior Officials' Meeting" (SOM) di Shanghai, Selasa (19/5). — Sumber: ANTARA/Desca Lidya Natalia

Santo menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri pertemuan "Senior Officials' Meeting" (SOM) yang berlangsung pada 18-19 Mei 2026 di Shanghai.

"Utamanya, bagaimana transformasi digital tersebut dapat bermanfaat bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, bisnis yang dijalankan perempuan, serta bisnis oleh anak muda. Jadi, yang ingin kami dorong adalah bagaimana transformasi digital dapat berdampak langsung terhadap mereka," ucapnya.

Selain itu, Indonesia, ungkap Santo, juga menekankan isu ketahanan rantai pasok, baik dalam konteks "supply chain resilience" maupun "supply chain security".

Santo menyebut hal tersebut menjadi penting, apalagi dengan kondisi di Timur Tengah yang berdampak langsung terhadap rantai pasok, termasuk di Indonesia.

"Sedangkan bagaimana APEC dapat membantu pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah, serta meningkatkan partisipasi perempuan dan pemuda dalam ekonomi di Indonesia juga kami angkat karena kami melihat UMKM memiliki peran penting dalam ketahanan ekonomi nasional dan berkontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dan menyerap hampir 97 persen tenaga kerja di Indonesia," papar Santo.

Menurut Santo, Indonesia ingin menunjukkan bagaimana norma-norma yang dibangun bersama di APEC dapat menghasilkan kerja sama konkret, program, dan proyek yang dikembangkan bersama para anggota APEC yang berdampak langsung terhadap masyarakat Indonesia.

"Dengan demikian, partisipasi masyarakat Indonesia dalam kegiatan-kegiatan APEC juga akan semakin terlihat. Terutama saat ini, ada negara-negara kuat yang sedang menggerus hal-hal yang selama ini telah dicapai, khususnya terkait keterbukaan sistem perdagangan dan sistem perdagangan yang berbasis aturan," jelas Santo.

Santo menyebut Indonesia berusaha menggunakan mekanisme APEC untuk menekankan kembali arti penting perdagangan bebas, arus barang yang bebas, serta investasi, termasuk bagaimana Indonesia dapat berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi di negara-negara lain di kawasan.

"Jadi, memang ada upaya agar APEC dapat memberikan manfaat langsung bagi dunia usaha. Tidak hanya bermanfaat, tetapi juga didorong oleh kepentingan bisnis. Itu kira-kira yang menjadi sudut pandang utama Indonesia terkait APEC secara umum dan APEC secara spesifik," tegas Santo.

SOM APEC di Shanghai adalah yang kedua kalinya di China dan berlangsung pada 18-19 Mei 2026. SOM APEC 2026 pertama berlangsung pada 1-10 Februari 2026 di Guangzhou, provinsi Guangdong yang dihadiri Menteri Luar Negeri China Wang Yi untuk menyampaikan sambutan sekaligus sebagai pertemuan resmi pertama dengan China sebagai tuan rumah.

Dalam pembukaan SOM APEC Shanghai Wakil Menteri Luar Negeri Eksekutif China Ma Zhaoxu mengatakan Tiongkok bertujuan menghasilkan hasil nyata dalam empat agenda yaitu perdagangan, konektivitas, inovasi dan pembangunan, serta membangun kerangka kerja sama untuk tindakan kolektif antaranggota APEC.

APEC merupakan forum kerja sama antara 21 entitas ekonomi di lingkar Samudera Pasifik yang berdiri pada 1989.

Anggota-anggota APEC adalah Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chile, China, Hong Kong-China, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Peru, Papua Nugini, Russia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat dan Vietnam.

  • rantai pasok global
  • apec 2026
  • som apec shanghai
  • transformasi digital umkm

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Rodri Tinggalkan Manchester City, Gabung Barcelona dengan Nilai Transfer Rp1,2 Triliun

Jepang Tegaskan Pentingnya Kerja Sama dengan AS dan Korsel

Bukan Cuma Ubah Pola Pikir! Kepala BNPT Bongkar Ukuran Asli Keberhasilan Deradikalisasi!

Russia Tegur Dubes Jepang Terkait Pulau Sengketa

Peringati HUT Ke-81 RI, Wagub Bengkulu Ajak Masyarakat Teladani Perjuangan Ibu Fatmawati

PBB: Hanya 40% Faskes di Dunia yang Penuhi Standar Sanitasi Dasar

Menembus Samudra! Ribuan Mil dari Jakarta, Gemuruh HUT Ke-81 RI Pecah di San Francisco!

Ibu di Pamekasan Diduga Tusuk Anak hingga Tewas, Polisi Dalami Kejiwaan

Bahaya Judol Mengintai Anak Sekolah, OJK Tasikmalaya Langsung Turun Tangan!

Menangi Laga Debut di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Bimo/Arlya Selamat dari 4 "Match Point"

Ancaman Karhutla Makin Mencekam! Pemprov Kalsel Guyur Hutan Lindung Siang Malam!

Bukan Cuma Sekadar Naikkan Bendera! Wagub Sumut Ungkap Masa Depan 74 Anggota Paskibraka!

Proyek IKN Makin Ngebut! Alokasi Rp5,3 Triliun Diguyur di RAPBN 2027, Ini Target Selesainya!

Indonesia Siaga! 3 Gunung Api Aktif Mendadak Meletus Beruntun dalam Semalam!

Kegiatan Kaum Muda dalam Medsos Mesti Berlanjut ke Lapangan

Pembangunan Tangerang Mulai Sesuaikan dengan Jalur MRT

Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran Selasa Malam, Status Level III Siaga

Desentralisasi Hanya Berjalan Secara Administratif Tapi Lemah Secara Fiskal

Hati-hati, Pemerintah Jangan Terjebak Beban Cicilan Utang yang Beratkan APBN

Nyaris Tersingkir! Bimo/Arlya Selamatkan 4 Match Point Sebelum Buat Keajaiban di BWF World Championships 2026!

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.