Prancis Umumkan Tim Arsitek Perombakan Besar-besaran Museum Louvre

Selasa, 19 Mei 2026, 00:02 WIB

PARIS - Prancis mengatakan pada hari Senin (18/5) bahwa mereka telah memilih tim arsitek internasional untuk mengubah Louvre , yang telah dilanda serangkaian masalah termasuk perampokan perhiasan senilai 100 juta dolar AS. 

Dari France 24, proyek perombakan "Louvre-New Renaissance", proyek unggulan Presiden Emmanuel Macron yang diumumkan tahun lalu, akan mencakup ruang baru untuk Mona Lisa dan pintu masuk museum yang baru.

Ket. Foto: Renovasi besar-besaran museum Louvre adalah proyek andalan Presiden Emmanuel Macron. Pembangunan kembali berskala besar akan dilakukan oleh tim arsitek internasional. — Sumber: Istimewa

Proyek pembangunan ulang besar-besaran ini telah dipercayakan kepada STUDIOS Architecture Paris, cabang Prancis dari sebuah perusahaan internasional, dan Selldorf Architects, sebuah firma yang didirikan oleh seorang arsitek Jerman di New York.

Sebuah lembaga perencanaan lanskap dan perkotaan Prancis juga merupakan bagian dari tim pemenang, yang dipilih oleh juri dari antara lima kandidat yang masuk daftar pendek.

Kementerian kebudayaan mengatakan bahwa proposal yang menang dipilih karena "kualitas pendekatan arsitekturnya dan integrasinya dalam hal pertimbangan warisan budaya, perkotaan, dan lanskap", serta masalah keamanan.

"Proposal ini menciptakan hubungan yang elegan antara kota, istana, dan museum," kata pihak museum dalam sebuah pernyataan.

STUDIOS Architecture Paris berkontribusi pada desain Louis Vuitton Foundation di Paris dan LUMA Foundation di Arles.

Selldorf Architects dikenal karena karyanya pada rumah besar bersejarah yang menjadi tempat Frick Collection di New York serta National Gallery di London .

Para ajudan Macron mengatakan proyek tersebut diperkirakan akan menelan biaya antara 700 juta hingga 800 juta euro Namun, Badan Pemeriksa Keuangan Prancis menetapkan harga proyek tersebut sebesar 1,15 miliar euro.

Berdasarkan rencana tersebut, mahakarya Leonardo da Vinci – yang menarik sekitar 20.000 pengunjung setiap hari – akan dapat diakses secara independen dari bagian museum lainnya, dengan tiket terpisah untuk melihatnya.

Museum ini juga akan memiliki pintu masuk baru di fasad timurnya untuk membantu mengurangi kepadatan di titik masuk piramida kaca dan logam yang ada saat ini.

Pintu masuk itu dirancang hanya untuk empat juta pengunjung per tahun ketika diresmikan pada tahun 1988.

Museum Louvre, yang merupakan kediaman raja-raja Prancis hingga Louis XIV meninggalkannya untuk pindah ke Versailles pada akhir tahun 1600-an, kini menerima sekitar sembilan juta pengunjung setiap tahunnya.

Bangunan ikonik Paris ini telah menjadi perhatian nasional menyusul serangkaian skandal yang berlangsung selama berbulan-bulan.

Selain insiden pencurian permata mahkota Prancis yang memalukan pada bulan Oktober, museum ini juga menghadapi berbagai masalah, termasuk pemogokan, skema penipuan tiket yang mungkin merugikan museum sebesar 10 juta euro, kebocoran air, serta masalah struktural, pemeliharaan, dan keamanan .

  • Museum Louvre

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.