Target Bus Listrik Luar Jabodetabek Perlu Strategi Komprehensif

Minggu, 29 Jun 2025, 23:13 WIB

JAKARTA - Pengamat otomotif menilai target elektrifikasi angkutan umum nasional 2030-2045, utamanya bus listrik adalah hal yang realistis, namun memerlukan strategi komprehensif.

"Pemerintah akan menghadapi tantangan besar pada pemerataan dan kesiapan di luar Jabodetabek sehingga memerlukan strategi yang komprehensif," ujar pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung Yannes Martinus Pasaribu saat dihubungi Antara dari Jakarta, Minggu (29/6).

Ket. Foto: Ilustrasi Perum Damri tambah 200 bus listrik di 2025 demi tekan emisi karbon. — Sumber: ANTARA/HO-Humas Damri

Yannes mengungkap sejumlah kota-kota besar luar Jabodetabek seperti Bandung, Surabaya, dan Medan sudah mulai menguji coba atau mengoperasikan bus listrik, seiring peningkatan infrastruktur dan dukungan kebijakan yang lebih komprehensif.

"Penyerapan kendaraan umum listrik dapat merata di daerah di luar Jabodetabek diproyeksikan akan terjadi secara bertahap dan berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan, dengan target signifikan pada tahun 2030, seiring dengan upaya pemerintah dan perkembangan ekosistem pendukungnya," kata dia.

Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengungkap masuknya pemesanan bus listrik saat ini masih berpusat di Jabodetabek.

"Bus listrik yang masuk kebanyakan untuk angkutan umum di Jabodetabek," imbuhnya.

Yannes menyebutkan harga bus listrik yang relatif mahal dibandingkan bus konvensional menjadi hambatan utama. Beban investasi awal ini berat bagi pemerintah daerah atau operator swasta.

Masalah lainnya meliputi daya tahan baterai, waktu pengisian lama, serta terbatasnya layanan purna jual dan suku cadang.

Solusi yang ditawarkan Yannes tidak hanya soal subsidi atau insentif.

"Pemerintah juga perlu memikirkan penerimaan masyarakat dan integrasi dengan sistem transportasi yang sudah ada untuk mencapai target elektrifikasi angkutan umum yang ambisius. Tanpa dukungan dan adaptasi dari kedua elemen ini, upaya elektrifikasi akan berjalan pincang."

Integrasi antar sistem transportasi lainnya, menurut Yannes, adalah masalah krusial yang bisa dicapai dengan beberapa solusi, misal sistem tiket terpadu serupa model Jaklingko, aplikasi navigasi yang komprehensif, hingga tata kota yang mendukung mobilitas berkelanjutan.

"Bus listrik tidak bisa berdiri sendiri sebagai entitas baru, melainkan harus menjadi bagian yang mulus dari suatu model jaringan transportasi urban yang lebih luas. Pemerintah dalam hal ini perlu memastikan bahwa rute bus listrik saling terhubung dengan moda transportasi lain seperti KRL, MRT, atau bahkan angkot yg lebih kecil," ujar Yannes.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya kampanye edukasi dan peningkatan kualitas layanan, di mana penerimaan masyarakat bergantung pada kenyamanan, keamanan, dan fitur seperti Wi-Fi, jalur khusus, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

Yannes mendorong model transisi bertahap bagi operator angkutan umum, alih-alih pendekatan yang memaksa. Kemitraan dan insentif dinilai lebih efektif untuk membangun ekosistem transportasi listrik yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

"Kolaborasi dengan operator angkutan umum yang sudah ada juga sangat penting. Daripada memaksa mereka untuk beralih sepenuhnya, pemerintah bisa menawarkan program transisi yang fleksibel, misalnya melalui kemitraan atau insentif bagi operator yang ingin mengadopsi bus listrik secara bertahap," Yannes menjelaskan.

Diketahui, Pemerintah Indonesia menargetkan lebih dari 50 persen angkutan umum beralih ke kendaraan listrik pada tahun 2030, secara bertahap hingga sepenuhnya listrik pada 2045. Target ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk elektrifikasi transportasi dan mengurangi emisi karbon.

Selain angkutan umum perkotaan, implementasi kendaraan umum berbasis listrik juga akan menyasar kawasan pariwisata. Elektrifikasi ditargetkan pada tahun 2025 seiring pembangunan infrastruktur pengisian daya dan jaringan listrik di daerah KSPN (Kawasan Strategis Pariwisata Nasional).

Sementara itu, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menargetkan 50 persen Bus Transjakarta berbasis listrik pada 2027 dan optimistis dapat mengganti seluruh armadanya dengan bus listrik pada 2030.

Target itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 1053 Tahun 2022 tentang Pedoman Percepatan Program Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dalam Layanan Angkutan Transjakarta. Ant

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Harga Emas Antam Senin 24 Agustus 2026 Naik, Segini Harga Terbarunya

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.