Lima Pemain Muda yang Berpotensi Jadi Sorotan Utama Piala Dunia 2026
Selasa, 19 Mei 2026, 07:00 WIBLONDON - Piala Dunia selalu menjadi panggung lahirnya pemain bintang baru. Dari Pele hingga Kylian Mbappe, turnamen empat tahunan itu berkali-kali melahirkan sosok yang kemudian menguasai sepak bola dunia.
Menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, generasi baru mulai menunjukkan sinarnya. Mereka datang dengan talenta besar, ekspektasi tinggi, dan kesempatan untuk mencuri sorotan di panggung terbesar sepak bola.
Berikut lima pemain muda yang berpotensi menjadi bintang baru dunia pada Piala Dunia 2026.
Nico Paz, Pewaris Kreativitas Argentina
Nico Paz perlahan muncul sebagai wajah baru masa depan Argentina. Putra mantan bek Albiceleste Pablo Paz itu memilih membela tanah leluhurnya meski lahir dan tumbuh di Spanyol.
Karier Paz berkembang pesat setelah meninggalkan akademi Real Madrid untuk bergabung dengan Como. Di bawah arahan Cesc Fabregas, gelandang 21 tahun itu menjelma menjadi playmaker modern dengan visi tajam dan kemampuan mencetak gol dari luar kotak penalti.
Performa impresifnya membuat Madrid dikabarkan siap memulangkan sang pemain melalui klausul pembelian kembali. Di tim nasional, Paz juga dipandang sebagai salah satu sosok yang dapat perlahan mengurangi ketergantungan Argentina terhadap Lionel Messi.
Pelatih Lionel Scaloni diyakini akan lebih berhati-hati menjaga kondisi Messi yang kini berusia 38 tahun. Situasi itu membuka peluang besar bagi Paz untuk tampil sebagai motor baru sang juara bertahan.
Desire Doue, Berlian Baru Prancis
Jika Prancis selalu punya stok talenta menyerang, maka Desire Doue adalah nama terbaru yang siap meledak.
Pemain muda Paris Saint-Germain itu sudah membuktikan kualitasnya di level elite Eropa. Ia tampil sensasional saat final Liga Champions musim lalu dengan mencetak dua gol ke gawang Inter Milan dan membawa PSG berpesta kemenangan.
Piala Dunia 2026 akan menjadi pengalaman pertamanya di turnamen besar bersama Les Bleus. Persaingan di lini depan memang tidak mudah karena ada nama-nama besar seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise.
Namun Doue memiliki sesuatu yang sulit diajarkan: keberanian tampil menentukan di laga besar. Dua golnya dalam kemenangan 3-1 atas Kolombia pada laga uji coba Maret lalu menjadi bukti bahwa ia siap bersaing memperebutkan tempat utama.
Nico O'Reilly, Senjata Rahasia Inggris
Nico O'Reilly mungkin belum setenar bintang muda Inggris lainnya, tetapi perkembangannya bersama Manchester City membuat banyak pihak mulai memberi perhatian serius.
Di usia 21 tahun, ia sudah mendapatkan kepercayaan dari Pep Guardiola. Awalnya berposisi sebagai gelandang, O'Reilly kini berkembang menjadi bek kiri modern dengan kemampuan menyerang luar biasa.
Ia bahkan mencetak dua gol saat City menundukkan Arsenal di final Piala Liga pada Maret lalu. Keunggulan fisik, kecepatan, dan teknik membuatnya tampil berbeda dibanding bek kiri Inggris lainnya.
Kehadirannya juga bisa menjadi solusi penting bagi pelatih Thomas Tuchel. Inggris sempat kesulitan di sektor kiri pertahanan pada Euro 2024 akibat masalah kebugaran Luke Shaw.
âApa pemain hebat. Dia berkembang luar biasa dan pantas mendapat menit bermain,â kata Guardiola memuji anak asuhnya tersebut.
Endrick, Kebangkitan Bocah Ajaib Brasil
Nama Endrick sudah menjadi sorotan sejak usia sangat muda. Ia menjalani debut profesional bersama Palmeiras pada usia 16 tahun sebelum direkrut Real Madrid bahkan sebelum ulang tahunnya yang ke-18.
Namun jalan menuju tim utama Madrid tidak mudah. Persaingan dengan Vinicius Junior dan Mbappe membuat menit bermainnya terbatas.
Kariernya kembali menemukan momentum setelah menjalani masa peminjaman bersama Olympique Lyonnais. Sejak pindah ke Prancis pada Januari lalu, naluri gol Endrick kembali tajam.
Publik Brasil berharap banyak kepada penyerang bertubuh mungil namun eksplosif itu. Gaya bermainnya bahkan kerap dibandingkan dengan legenda Brasil Romario.
Dua tahun lalu, Endrick sempat mencuri perhatian dunia saat mencetak gol kemenangan Brasil atas Inggris di Wembley dan menjadi pencetak gol termuda Selecao sejak Ronaldo Nazario. Kini, ia ingin membawa Brasil kembali berjaya di tanah Amerika, seperti yang dilakukan Romario pada 1994.
Pedri, Maestro Baru Spanyol
Dalam sejarah sepak bola Spanyol, selalu ada gelandang yang menjadi pusat permainan. Setelah era Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, kini giliran Pedri mengambil peran tersebut.
Pedri mulai dikenal dunia saat tampil luar biasa di Euro 2020 pada usia 18 tahun. Sejak saat itu, ia berkembang menjadi otak permainan Barcelona dan tim nasional Spanyol.
Cedera sempat menghambat perkembangannya, tetapi di bawah pelatih Hansi Flick, Pedri berhasil menemukan kembali performa terbaiknya dan membawa Barcelona meraih dua gelar La Liga beruntun.
Dengan visi bermain, akurasi umpan, dan ketenangan yang matang di usia muda, Pedri dipandang sebagai figur penting yang dapat membawa Spanyol kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia.
Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung yang mengubah karier mereka selamanya. Di turnamen sebesar itu, satu gol, satu assist, atau satu penampilan gemilang sudah cukup untuk mengubah pemain muda menjadi ikon global berikutnya.
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Ekuador Kalah Dramatis 0-1 Lawan Pantai Gading di Grup E
-
Akhir Penantian Generasi Emas: Norwegia Siap Menggebrak Piala Dunia 2026
-
Sejumlah Daerah di Sulteng Jadi Koridor Ekonomi Sektor Holtikultura
-
Mengoptimalkan Penjaringan Kafilah dengan Sistem Zonasi
-
AS akan Kenakan Sanksi pada Negara Pembeli Minyak Iran
-
KPK Periksa Dua Pejabat Bank Indonesia soal Pengajuan Pembayaran Program Sosial
-
Blue Origin Sukses Luncurkan Roket dengan Pendorong Bekas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.