TNI AU Percepat Pembangunan Markas Rafale di Riau, Siap Tampung 42 Jet Tempur

Senin, 18 Mei 2026, 17:07 WIB

Jakarta - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) memastikan pembangunan fasilitas pendukung pesawat tempur Dassault Rafale di Lanud Roesmin Nurjadin masih terus berlangsung seiring bertambahnya armada Rafale yang akan dioperasikan Indonesia.

Komandan Skadron 12 Binggi Nobel mengatakan pembangunan infrastruktur dilakukan untuk mendukung operasional hingga 42 unit pesawat tempur Rafale yang akan dimiliki TNI AU.

Ket. Foto: Penampakan pesawat tempur Rafale di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5). — Sumber: Antara

Fasilitas yang dibangun meliputi hanggar, pusat perawatan mesin, hingga berbagai sarana teknis penunjang operasional pesawat tempur.

“Sambil berjalan tentunya bangfas (bangunan dan fasilitas) yang ada sesuai dengan kalender pembangunan yang ada, tetap masih berjalan sesuai dengan jadwal,” kata Binggi saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (18/5).

Menurut dia, beberapa fasilitas pendukung Rafale di Riau saat ini sudah mulai beroperasi untuk mendukung armada Rafale yang telah tiba di Indonesia.

Meski belum dapat memastikan waktu penyelesaian seluruh pembangunan, Binggi optimistis fasilitas yang dibangun telah memenuhi standar operasional dan kualitas yang dibutuhkan.

TNI AU diketahui menyiapkan tiga skuadron khusus untuk pesawat tempur Rafale, salah satunya Skadron 12 di Lanud Roesmin Nurjadin.

Saat ini Skadron 12 telah diperkuat enam pesawat tempur Rafale dan delapan pilot tempur. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring kedatangan armada baru.

Binggi juga memastikan proses pelatihan calon penerbang Rafale masih terus berlangsung.

“Pelatihan penyiapan sumber daya manusia sedang berjalan dan terus berjalan hingga seluruh pesawat datang,” ujarnya.

Ia menjelaskan delapan pilot Rafale yang dimiliki saat ini telah melalui proses seleksi ketat dan dipilih berdasarkan pengalaman serta jam terbang tinggi sebagai penerbang tempur.

Setelah lolos seleksi, para pilot menjalani pelatihan teknis dan praktik, termasuk pelatihan langsung di Prancis sebagai negara pembuat Rafale.

“Saat ini kita dari yang sudah ada adalah memiliki delapan penerbang, yang di mana delapan ini, empat di antaranya sedang melaksanakan program konversi (latihan),” kata Binggi.

Ia berharap kesiapan pilot, teknisi, fasilitas, dan seluruh elemen pendukung dapat memaksimalkan operasional Rafale di lingkungan TNI AU.

“Kesiapan pilot, teknisi dan elemen pendukung lainnya sangat krusial dalam pengawakan dan pengoperasionalan Skadron Pesawat MRCA Rafale,” tutupnya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.