Konser Kanye West di Marseille Ditolak karena Dianggap Menebarkan Kebencian
Rabu, 11 Mar 2026, 17:15 WIBMARSEILLE - Rencana konser rapper Amerika Kanye West di Marseille, Prancis, menuai penolakan keras dari pemerintah setempat. Wali Kota Marseille menyatakan tidak ingin kota tersebut menjadi tempat tampil bagi figur yang dianggap menyebarkan kebencian.
Konser itu sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026 di stadion Stade Velodrome, salah satu venue terbesar di Marseille. Jika terlaksana, pertunjukan ini akan menjadi satu-satunya konser West di Prancis dalam rangkaian tur terbarunya.
Namun rencana tersebut langsung mendapat penolakan dari Wali Kota Benoit Payan. Ia secara terbuka menyatakan bahwa rapper tersebut tidak diterima tampil di Marseille karena rekam jejak kontroversialnya terkait pernyataan antisemit.
Dalam pernyataannya di X, Payan menulis bahwa ia menolak penyelenggaraan konser Kanye West di Marseille. Ia dengan tegas mengatakan tidak ingin stadion kebanggaan kota itu jadi tempat bagi mereka yang mempromosikan kebencian dan Nazisme.
"Saya menolak Marseille dijadikan panggung bagi mereka yang mempromosikan kebencian dan Nazisme secara terang-terangan. Kanye West tidak diterima tampil di Velodrome, tempat yang menjadi simbol kebersamaan bagi semua warga Marseille," ujar dia.
Penolakan ini juga didukung sejumlah organisasi masyarakat, salah satunya adalah Dewan Perwakilan Lembaga-Lembaga Yahudi di Prancis (CRIF). Organisasi tersebut menyoroti riwayat pernyataan kontroversial sang rapper yang pernah memuji Adolf Hitler dan menyebarkan unsur-unsur antisemitisme
Kontroversi seputar West memang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. Ia berulang kali dikritik karena komentar rasis dan antisemit di media sosial, bahkan pernah menyebut dirinya âseorang Naziâ dalam pernyataan publik yang menuai kecaman luas. Selain itu, sejumlah langkah ekstrem yang dilakukannya juga memperparah kritik publik. West sempat menjual merchandise dengan simbol swastika dan merilis lagu kontroversial berjudul Heil Hitler.
Lagu itu memicu kecaman publik. Hingga akhirnya, lagu kontroversial itu dihapus dari banyak platform musik digital.
Kontroversi tersebut bahkan berdampak pada aktivitas internasionalnya. Dalam beberapa kasus sebelumnya, West dilaporkan menghadapi pembatalan visa perjalanan serta ancaman tindakan hukum di beberapa negara.
Hingga kini belum ada kepastian apakah konser tersebut benar-benar dibatalkan atau masih dalam pembahasan dengan pihak promotor. Namun sikap tegas pemerintah Marseille membuat peluang West tampil di kota itu semakin kecil. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
OJK Diminta Hapus Aturan Penagihan Utang Gunakan Jasa Debt Collector, Anggota DPR: Banyak Tindak Pidananya!
-
Kanye West-Bianca Censori Berpisah, Sumber: Istrinya Sudah Muak
-
Ditolak Italia, Konser Kanye West di Reggio Emilia Dibatalkan Demi Keamanan
-
Banjir, Longsor, dan Gempa Belum Reda, Gubernur Sumut Perpanjang Status Darurat
-
Makna ‘Naked Dress’ Bianca Censori di Grammy Awards, Gaya Terkini atau produk Misogini?
-
Debit Sungai Ogan Berada pada Level Waspada
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.