Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 89 Calon Haji Nonprosedural
Senin, 18 Mei 2026, 03:17 WIBTANGERANG - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) telah mencegah keberangkatan 89 calon haji nonprosedural sejak masa pemberangkatan pertama pada 22 April 2026 hingga hari Minggu (17/5) ini.
Kepala Kantor Imigrasi Soetta Galih Priya Kartika Perdhana menjelaskan, penundaan keberangkatan terakhir terjadi pada Jumat (15/5), dengan jumlah calon haji yang ditunda keberangkatannya mencapai 32 orang.
âKita ada satgas dengan bantuan Polresta Bandara pun juga dari Kementerian Haji dan Umrah, dan saat ini untuk Soekarno-Hatta sendiri telah melakukan penundaan keberangkatan sejumlah 89,â jelas dia.
Menurut Galih, modus yang digunakan oleh para calon haji nonprosedural itu bermacam-macam. Umumnya, kata dia, menggunakan visa kerja atau iqama, yakni izin tinggal dari pemerintah Arab Saudi.
âMungkin itu untuk memberikan kesan bahwa mereka telah tinggal di sana. Namun, pada akhirnya, tujuan utamanya adalah haji,â ujar Galih.
Mereka menggunakan penerbangan biasa sehingga berbeda rombongan dengan jamaah calon haji reguler yang mengikuti prosedur dari pemerintah. ââEntah dia wisata dulu, ke Korea, ke Malaysia. Nanti dari situ dia baru apply visa (ke Arab Saudi),â ucap Galih.
Galih lebih lanjut mengingatkan, pemerintah telah mewanti-wanti bahwa haji harus dilakukan secara prosedural, yakni terdaftar dan menggunakan visa haji.
Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memperketat pengawasan di bandara sebagai langkah preventif terhadap praktik haji ilegal atau keberangkatan jamaah calon haji nonprosedural.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko, Rabu (22/4), mengatakan seluruh petugas imigrasi di bandara embarkasi dan debarkasi telah disiagakan untuk memberikan pelayanan optimal bagi para jamaah calon haji Indonesia.
Idul Adha
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI mengumumkan bahwa 1 Zulhijah 1446 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026, sehingga Hari Raya Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
âBerdasarkan hasil hisab dan laporan hilal, disepakati 1 Zulhijah 1447 Hijriah jatuh pada hari Senin, 18 Mei 2026, dengan demikian hari raya Idul Adha jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026,â ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menyampaikan hasil Sidang Isbat di Jakarta, Minggu.
Keputusan tersebut diperoleh setelah hasil pantauan (rukyatul) hilal yang dilakukan dari 88 lokasi berbeda di Indonesia.
Dari hasil pemantauan, hilal telah melampaui kriteria yang telah ditetapkan oleh Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) terkait bulan Hijriah baru, yang mewajibkan tinggi hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.
Menag menyatakan keputusan tersebut merupakan hasil dari laporan rukyatul hilal yang dibawa dalam sidang isbat, dan telah dimusyawarahkan oleh para ulama, tokoh-tokoh Organisasi Kemasyarakatan (ormas), pakar Ilmu Falak dan astronomi, serta tokoh masyarakat lainnya. Ant/S-2
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Peringati Bulan K3 Nasional, Bandara Soekarno-Hatta Perkuat Budaya Keselamatan Kolaboratif
-
Jemaah calon haji TIBA DI MADINAH
-
Brigade Imbau Pendaki Gunung Dempo Waspada Pascaevakuasi 4 Korban
-
Paru-Paru Buatan Selamatkan Nyawa Pasien Kritis Menjelang Transplantasi
-
Pemprov Jambi Tunggu Juknis terkait Penerapan Sanksi Sosial KUHAP Baru
-
Harga Emas Antam Pagi Ini Naik Rp28.000, Jadi Rp2.944.000/Gram
-
Banjir di 11 Kecamatan Kota Tangerang Berangsur Surut
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.