Pembenahan Hulu Perikanan Jadi Kunci Sukses Hilirisasi
Jumat, 15 Mei 2026, 06:10 WIBPengelolaan Maritim
JAKARTA â PembeÂnahan sektor hulu perÂikanan menjadi langkah krusial untuk memperÂkuat hilirisasi sekaligus meningkatkan keseÂjahteraan nelayan. PerÂbaikan pada aspek produksi, akses bahan bakar, kualitas armada, hingga rantai pasok hasil tangkapan akan menenÂtukan keberlanjutan industri pengolahan perikanan di hilir.Â
Tanpa penguatan sektor hulu, hilirisasi berisiko berjaÂlan tidak optimal karena paÂsokan bahan baku yang tidak stabil. Selain itu, pembenahan ini juga penting agar nilai tamÂbah dari industri perikanan tidak hanya dinikmati sektor pengolahan, tetapi turut diÂrasakan nelayan melalui peÂningkatan produktivitas, harga jual, dan kepastian pasar hasil tangkapan.
Menteri Kelautan dan PerÂikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan pembenahan sekÂtor hulu perikanan menjadi fokus utama pemerintah meÂlalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program ini dirancang sebagai ekosistem perikanan terinteÂgrasi yang melibatkan nelayan, fasilitas rantai dingin, hingga konektivitas dengan industri pengolahan dan pasar untuk memperkuat rantai pasok perÂikanan nasional.
âKalau Kampung Nelayan Merah Putih ini berjalan, saya jamin kualitas produknya baÂgus karena rantai penangananÂnya dibenahi dari awal. Industri pengolahan juga akan lebih mudah menyerap hasil tangkapan nelayÂan,â ujar Trenggono saat mengujungi salah satu unit pengolahan ikan (UPI) di Kabupaten BinÂtan, Kepulauan Riau, PT Bintan Intan Gemilang, Kamis (14/5) bersama Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad.
Trenggono menilai pembeÂnahan penanganan ikan sejak awal akan meningkatkan kuaÂlitas produk dan mempermuÂdah industri menyerap hasil tangkapan nelayan. MenuÂrutnya, tantangan utama sekÂtor perikanan saat ini bukan berada di hilir atau pasar, meÂlainkan pada sektor hulu yang masih perlu diperkuat dari sisi produksi, penanganan hasil tangkapan, hingga penguatan ekosistem nelayan.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan lebih dari 1000 Kampung Nelayan Merah PuÂtih pada 2026 di berbagai wilaÂyah Indonesia. Sementara pada 2025, pemerintah membangun 100 lokasi KNMP dengan estiÂmasi serapan tenaga kerja menÂcapai 17.550 orang, di mana 65 lokasi tahap awal telah selesai dibangun 100 persen.
Berbasis Klaster
Kepulauan Riau menjadi salah satu wilayah strategis pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih mengÂingat karakteristik wilayah keÂpulauan, tingginya aktivitas sektor perikanan, serta kedekatannya dengan jalur perdaÂgangan internasional. SejumÂlah lokasi KNMP yang tengah dikembangkan antara lain berÂada di Natuna dan Batam.
Konsep KNMP dikemÂbangkan berbasis klaster yang menghubungkan kawasan nelayan, sentra distribusi, peÂlabuhan perikanan, hingga unit pengolahan ikan dan paÂsar ekspor. Dengan sistem terÂsebut, hasil tangkapan nelayan dapat ditangani lebih baik seÂjak pendaratan ikan hingga masuk ke rantai distribusi dan pengolahan sehingga kualitas mutu hasil tangkapan terjamin.
Trenggono menegaskan bahwa pemerintah ingin meÂmastikan sumber daya perÂikanan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi nelayan lokal dan masyarakat pesisir agar produktivitas dan keseÂjahteraan nelayan meningkat. âProgram Kampung Nelayan Merah Putih ini peluang besar. Daerah harus aktif menangkap peluang itu supaya manfaat ekonominya benar-benar diÂrasakan masyarakat nelayan,â pungkasnya.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Siap Hadapi Kekeringan! Bendungan Raksasa di Aceh Ini Disiapkan Hadapi El Nino
-
Ini Alasannya Kenapa "Pedas Level Up" Raih Dana Produksi Film dari Pemkot Semarang
-
Polisi Pastikan Akses Simpang Empat-Talu Bisa Ditempuh Usai Longsor
-
Diduga Ngantuk Usai Nobar Piala Dunia, Pemotor Kecelakaan di Atas Flyover Ciputat
-
KPK Banding Atas Vonis 2 Tahun Penjara Gubernur Riau Nonaktif, Abdul Wahid
-
Kemenbud: Museum Musik Indonesia akan Hadir di Bandung
-
Semarang Diserbu Ratusan Ribu Buku dari Luar Negeri
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.