Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf Dukung Pembinaan Talenta Pengisi Suara

📅 Jumat, 15 Mei 2026, 05:09 WIB | Oleh:
Kemenekraf Dukung Pembinaan Talenta Pengisi Suara Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekonomi Kreatif
Ket. Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) menggelar Workshop Pembinaan Talenta Ekonomi Kreatif: Voice Over (Sulih Suara) di Pontianak, Kalimantan Barat.

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendukung pembinaan talenta pengisi suara dan penguatan ekosistem industri sulih suara.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi menyampaikan bahwa kementerian mengadakan lokakarya dan menjalankan program seperti kompetisi pengisi suara Wonder Voice of Indonesia untuk mendukung penguatan ekosistem industri sulih suara.

Sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian pada Kamis (14/5), Cecep mengemukakan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif menghadirkan lebih banyak peluang bagi industri sulih suara.

Menurut Statistik Ekonomi Kreatif yang dirilis Badan Pusat Statistik pada akhir 2025, kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto mencapai Rp1.611,2 triliun dan nilai investasi di sektor tersebut mencapai Rp183,01 triliun pada 2025.

“Pertumbuhan tersebut turut membuka peluang besar bagi industri voice over dan sulih suara yang kini semakin dibutuhkan di tengah pesatnya perkembangan konten digital,” kata Cecep.

Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Kabinet Merah Putih (Seruni KMP) telah mengadakan Workshop Pembinaan Talenta Ekonomi Kreatif: Voice Over (Sulih Suara) di Pontianak, Kalimantan Barat.

Lokakarya yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat itu dilaksanakan dengan dukungan PT PLN (Persero), Dekranasda Kota Pontianak, serta sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Para peserta lokakarya itu mendapat pelatihan teknis vokal serta pemahaman mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pembangunan citra diri, dan strategi membangun jejaring.

“Kami ingin talenta-talenta muda tidak hanya jago menjual suara, tetapi juga memahami aspek bisnis, HKI, dan cara membangun personal branding di platform global,” ujar Cecep.

Para peserta lokakarya juga mendapatkan wawasan mengenai perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan dampaknya terhadap industri sulih suara.

Talenta pengisi suara profesional Bimo Kusumo selaku narasumber dalam lokakarya menyampaikan pentingnya emosi manusia dalam sulih suara.

“Betul bahwa AI bisa meniru nada, tapi AI tidak akan pernah bisa menggantikan empati dan storytelling yang menyentuh hati,” katanya.

“Dalam industri voice over, kita tidak hanya mengeluarkan suara, tapi sedang membangun koneksi emosional dengan pendengar, dan orisinalitas manusia itulah yang akan terus dicari,” kata anggota tim mentor di Voice Institute Indonesia itu. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.