Bengkulu Terapkan Budidaya Maggot, Sampah Organik Bisa Terurai dalam Hitungan Jam

Jumat, 15 Mei 2026, 14:10 WIB

Kota Bengkulu - Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, Provinsi Bengkulu mencanangkan program budidaya maggot sebagai salah satu upaya yang cepat dan efektif dalam mengurangi permasalahan sampah organik di wilayah tersebut.

Melalui program tersebut, pemerintah bukan hanya untuk mengurangi volume sampah, tetapi juga menjadi bagian dari sistem ekonomi sirkular yang mampu memberi nilai manfaat bagi masyarakat.

Ket. Foto: Kondisi sampah yang ada di sekitar kawasan Pantai Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu, Jumat (15/5). — Sumber: Antara

"Kalau pengomposan biasa membutuhkan waktu berbulan-bulan, maggot mampu mengurai sampah organik hanya dalam hitungan jam. Ini menjadi solusi cepat yang sangat potensial untuk menekan volume sampah di Kota Bengkulu," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu Anshar Amin di Bengkulu, Jumat (15/5).

Dengan program budidaya maggot dapat menjadi metode paling efektif dalam menangani sampah organik, sebab proses penguraiannya jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional seperti pengomposan biasa

Ia menyebut bahwa saat ini DLH Kota Bengkulu melaksanakan kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti penggiat lingkungan hingga kalangan akademisi guna memperkuat program pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut.

Di sisi lain, program budidaya maggot tersebut juga memiliki dampak ekonomi yang cukup besar dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele bernutrisi tinggi yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

"Ini konsep ekonomi sirkular. Sampah organik diolah menjadi maggot, kemudian maggot menjadi pakan ikan lele. Hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat sekaligus mendukung upaya penanganan stunting melalui konsumsi ikan bergizi," ujarnya.

Oleh karena itu, dalam waktu dekat DLH Kota Bengkulu akan melakukan sosialisasi dan advokasi secara masif dimulai dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga RT agar budaya memilah sampah dapat diterapkan langsung di lingkungan masyarakat.

"Pemerintah kota berharap agar pemilahan sampah bukan lagi sekadar program, tetapi menjadi gaya hidup baru masyarakat Kota Bengkulu. Kalau ini berjalan konsisten, persoalan sampah bisa berkurang signifikan," jelas Anshar.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Transfer Besar Segera Terwujud! Manchester City Sepakat Datangkan Allan Elias

Transfer Nico Gonzalez ke Newcastle United Kian Nyata, Tinggal Tunggu Ini!

Kabar Baik untuk Warga Banten, Legalitas Tanah Kini Ditargetkan Selesai 10 Hari

Kabar Mengejutkan dari AS, Biaya Visa Kerja H-1B Bisa Tembus Rp1,82 Miliar

Hampir Separuh Warga Terjangkau! Cakupan Cek Kesehatan Gratis di Lebak Capai 47,52 Persen

Polwan Masuk Sekolah! Pelajar Didorong Lebih Disiplin dan Tak Takut Berbicara

Asap Karhutla Makin Meluas, Sejumlah Wilayah Perbatasan Sumbar Terdampak

Resmi Diresmikan! Tiga Jembatan Garuda Perintis Merah Putih Jadi Ikon Baru Kota Bima

Jangan Nekat Bakar Lahan! BPBD Sulteng Ingatkan Ada Ancaman Sanksi Pidana

Warga Rusia Korban TPPO Myanmar Akhirnya Ditangani Thailand, Ini Kondisinya

Bukan Balapan Biasa! 150 Motor Pelajar Jambi Diamankan Polisi, Ada Senjata Tajam

Tak Boleh Ada Titipan! Pangdam XIII Pastikan Seleksi Bintara TNI AD Berlangsung Objektif

Terobosan Baru Banten! Gubernur Targetkan Pelayanan Pertanahan Modern

Bayi Terlantar di Ambon Jadi Sorotan, Banyak Warga Berebut Ingin Adopsi

Kecap Asal Bekasi Bikin Bangga! 20 Ton Tembus Pasar Belanda, UMKM Lokal Naik Kelas ke Eropa

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

Polwan Goes to School Bikin Pelajar Manado Tersentak, Ini Pesan Pentingnya

Formula 1: Antonelli Akui Mercedes Tak Lagi Tercepat, McLaren Mulai Mengancam

Viral Rekening Bank Mandiri Rp80,9 Juta Diblokir, DPR Buka Suara

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.