Banten Kejar Target Dua Juta Ton Produksi Padi di 2026
Jumat, 15 Mei 2026, 23:55 WIBSERANG â Percepatan program luas tambah tanam menjadi langkah penting untuk menjaga produksi pangan tetap stabil di tengah kebutuhan yang terus meningkat.
Dengan memperluas area tanam dan mempercepat masa tanam, pemerintah berharap hasil panen bisa lebih optimal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Di sisi lain, program ini juga membantu petani memanfaatkan lahan secara lebih produktif, terutama saat kondisi cuaca mendukung.
Dukungan benih, pupuk, alat pertanian, hingga irigasi menjadi faktor penting agar percepatan tanam tidak hanya mengejar target luas lahan, tetapi juga mampu meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membidik target produksi padi mencapai lebih dari dua juta ton pada 2026 melalui percepatan program luas tambah tanam (LTT) guna mendukung swasembada pangan nasional.
Plt Kepala Distan Provinsi Banten, Nasir M Daud, di Serang, Jumat, mengatakan pihaknya tengah mengoordinasikan percepatan LTT dengan pemerintah kabupaten/kota agar seluruh lahan pertanian dapat dikelola secara optimal.
"Kita lakukan percepatan LTT, semua kabupaten/kota yang ada lahan pertanian nya, kita koordinasikan dengan pemerintah setempat, agar program tersebut berjalan dengan baik," kata Nasir.
Ia menjelaskan, pada 2025, Banten telah berkontribusi terhadap lumbung pangan nasional dengan kapasitas produksi mencapai 1,8 juta ton. Tahun ini, target tersebut ditingkatkan untuk mendongkrak ketahanan pangan sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto.
"Tahun kemarin kita lebih dari 1,8 juta ton produksi padinya. Tahun ini target kita paling tidak dua juta ton lebih lah, makanya kita optimalkan melalui LTT ini," ujarnya.
Nasir mengaku optimistis target produksi tersebut dapat terealisasi mengingat Banten memiliki lahan pertanian yang cukup luas dan terus dioptimalkan.
Berdasarkan data Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, total luas lahan baku sawah di wilayah tersebut mencapai 197.845 hektare. Lahan ini paling banyak tersebar di Kabupaten Pandeglang seluas 52.373 hektare, disusul Kabupaten Lebak 52.052 hektare, dan Kabupaten Serang 48.050 hektare.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan program daerah dengan pemerintah pusat dalam memaksimalkan sektor pertanian.
Ia memastikan peningkatan produktivitas lahan ini harus berdampak langsung pada kesejahteraan para petani di Banten.
"Kita terus dukung swasembada pangan, dan upaya yang bisa kita lakukan dengan memaksimalkan semua lahan pertanian agar produktivitas nya meningkat dan petani nya bisa sejahtera," katanya.
- Swasembada Pangan
- pemprov banten
- Luas Tambah Tanam
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kesenjangan Kredit Melebar, Perbankan Dinilai Belum Berpihak ke UMKM
-
Veda Ega Pratama Start dari Urutan Ke-17 Moto3 Spanyol
-
Update Wilayah Rawan Longsor Jakarta Maret 2026: Lokasi, Penyebab, dan Cara Mitigasi
-
Lestari Moerdijat: Butuh Komitmen Bersama Wujudkan Nilai-nilai Perjuangan RA Kartini untuk Tentukan Arah Perjalanan Bangsa
-
Pemerintah Arab Saudi Jamin Kelancaran dan Keamanan Jemaah Haji Indonesia
-
APBD 2026 Tetap Kokoh Meski Dana Bagi Hasil Dipotong
-
Krisis Hormuz Belum Reda, Bahlil Lapor ke Prabowo: Stok Minyak Mentah RI Masih Aman
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.