Melibatkan Gen Z dan Milenial untuk Memperkuat Literasi Digital
Kamis, 14 Mei 2026, 23:27 WIBBanjar, Kalsel - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel) melibatkan generasi (gen) Z dan milenial dalam penguatan budaya baca melalui produksi video kreatif berbasis media sosial guna menjawab tantangan literasi di era digital.
Langkah tersebut dilakukan dengan memberikan pembekalan pembuatan konten kreatif kepada peserta lomba video literasi agar pesan tentang pentingnya membaca dapat lebih mudah diterima masyarakat luas, khususnya kalangan muda.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banjar Kencana Wati di Martapura, Kabupaten Banjar, Kamis, mengatakan penguatan literasi saat ini tidak cukup hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi harus mampu menyesuaikan pola komunikasi digital yang dekat dengan generasi muda.
âKegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi strategi agar generasi muda ikut terlibat membangun budaya literasi melalui media yang mereka gunakan setiap hari,â ujar Kencana Wati.
Dia mengatakan pendekatan kreatif melalui video dinilai efektif untuk memperluas kampanye literasi karena memiliki jangkauan lebih cepat dan mudah tersebar melalui berbagai platform media sosial.
Selain itu, peserta tidak hanya diarahkan membuat video yang menarik secara visual, tetapi juga dibekali kemampuan menyusun narasi yang mampu menggugah minat baca masyarakat.
âPeserta kami bekali teknik pengambilan gambar, penyuntingan video, storytelling kreatif hingga strategi mempromosikan budaya baca melalui media sosial,â katanya.
Lomba bertema âPerkembangan Perpustakaan dan Pembangunan Literasiâ tersebut diikuti lebih dari 100 peserta dari kategori pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Para peserta diberikan waktu selama satu bulan untuk menyempurnakan karya setelah mengikuti sesi pembekalan agar konten yang dihasilkan memiliki kualitas pesan yang kuat sekaligus relevan dengan perkembangan teknologi informasi.
Kencana menilai keterlibatan generasi muda dalam kampanye literasi menjadi bagian penting menghadapi tantangan rendahnya minat baca yang masih menjadi isu nasional di tengah derasnya arus informasi digital.
âGenerasi muda memiliki pengaruh besar di media sosial, sehingga mereka bisa menjadi agen perubahan untuk mengajak masyarakat lebih dekat dengan budaya membaca,â ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, Dispersip Banjar berharap budaya literasi tidak lagi dipandang sebagai aktivitas formal semata, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup digital yang kreatif, komunikatif, dan mudah diakses masyarakat lintas usia.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mentrans: Pemerintah Dorong Industrialisasi Pertanian Ubi Jalar Kawasan Transmigrasi
-
Semua Korban Tragedi Papua Harus Ditangani dengan Seksama
-
Ekonomi Belum Pulih, PPN Jalan Tol Masih Ditunda
-
BMKG: Sebagian Jakarta Bakal Dilanda Hujan Petir pada Sabtu Pagi
-
Insiden Maybrat: Dua Prajurit TNI Angkatan Laut Gugur, Gubernur Papua Barat Daya Angkat Bicara
-
Tiga Warga Distrik Sinak Terluka Akibat Penembakan OPM, Dievakuasi dengan Bantuan TNI dan Warga
-
MediaTek Gandeng Starlink Hadirkan Layanan Satelit Darurat pada Perangkat Seluler
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.