Cegah Karhutla, Pemprov Kalsel Basahi Hutan Lindung Banjarbaru 24 Jam.
Rabu, 19 Agu 2026, 05:35 WIBPemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membasahi kawasan hutan lindung di Jalan Makmur, Banjarbaru menggunakan empat unit pompa yang dioperasikan selama 24 jam untuk menjaga kelembapan lahan guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Seksi Irigasi dan Air Baku Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalsel Herry Ade Permana di Banjarbaru, Selasa, mengatakan air dari jaringan irigasi dan saluran pembuang dialirkan menuju kawasan hutan lindung, kemudian diteruskan petugas Dinas Kehutanan secara estafet untuk membasahi area yang membutuhkan.
âUpaya tersebut diperkuat dengan pengerahan 53 personel PUPR Kalsel yang ditempatkan di posko karhutla kawasan Hutan Lindung Jalan Makmur untuk mengoperasikan peralatan dan memastikan suplai air bagi kegiatan pembasahan bersama Dinas Kehutanan,â ujarnya.
Dia menyebutkan pembasahan kawasan rawan karhutla sebenarnya telah dilakukan sejak Mei 2026 melalui pembukaan pintu pengatur air di BRK 9 Cinde Alus dengan debit sekitar 0,47 meter kubik per detik untuk mempertahankan suplai air menuju kawasan Guntung Damar hingga sekitar Bandara Syamsudin Noor.
Hasil pemantauan terbaru, kata dia, kawasan hingga ujung Guntung Damar masih basah, termasuk area ring satu sekitar Bandara Syamsudin Noor yang menjadi indikator suplai air melalui pembasahan berkelanjutan masih mampu menjaga kelembapan kawasan tersebut menjelang puncak musim kemarau.
Untuk mendukung operasional, Dinas PUPR Kalsel mendirikan satu posko utama dengan dua tenda di ujung Jalan Makmur yang berdampingan dengan saluran air sebagai salah satu sumber suplai menuju kawasan hutan lindung, sementara keterlibatan PUPR difokuskan pada penyediaan infrastruktur pengendalian air dan memastikan ketersediaan debit.
Dia mengatakan pengendalian air di kawasan tersebut juga telah dilakukan sejak beberapa tahun sebelumnya melalui pembangunan sejumlah pintu pengatur atau tabet pada jaringan saluran di sekitar hutan lindung yang kini kembali dimanfaatkan untuk mendukung pembasahan selama musim kemarau.
âKami menyiapkan infrastruktur dan debit air untuk pembasahan. Itu yang selama ini menjadi keterlibatan PUPR dalam penanganan karhutla,â ujar Herry.
Ia memastikan Dinas PUPR Kalsel bersama Dinas Kehutanan akan melanjutkan pembasahan kawasan hutan lindung selama kemarau berlangsung untuk menghadapi potensi peningkatan karhutla yang diperkirakan puncaknya pada September, terutama di wilayah Banjarbaru dan sekitarnya.
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Gempa M7,7 Guncang NTT, Kodam IX/Udayana Bantu Evakuasi Warga Terdampak.
-
Karhutla Tak Kunjung Padam, MUI Ajak Gelar Shalat Istisqa Agar Hujan Turun
-
Merah Putih Sepanjang 2.026 Meter bakal Dibentangkan di Gunung Dempo
-
Karhutla Meluas, BMKG Deteksi Lonjakan 2.671 Titik Panas di Sumatera
-
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Polisi Sudah Tangkap Sejumlah Pelaku Karhutla.
-
Indonesia Berpotensi Digugat ke Mahkamah Internasional Jika Gagal Atasi Kebakaran Hutan dan Lahan
-
Satu Rumah di Bangka Tengah Terkena Dampak Karhutla
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.