Ancaman Banjir Bandang di Depan Mata, Ini Langkah Darurat Pemkab OKU Selatan Selamatkan Warga

Kamis, 14 Mei 2026, 17:35 WIB

MUARADUA - Bencana banjir yang sempat melumpuhkan akses dan memutus dua jembatan di Kecamatan Mekakau Ilir memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan.

Guna mencegah amuk luapan sungai terulang di tengah tingginya curah hujan, petugas langsung dikerahkan untuk membedah urat nadi sungai melalui proses normalisasi dan pengerukan material secara masif.

Ket. Foto: BPBD OKU Selatan menormalisasi sungai untuk mencegah banjir, Kamis. — Sumber: ANTARA/HO/BPBD OKU Selatan

Kepala BPBD Kabupaten OKU Selatan Indra Gunawan saat dihubungi dari Baturaja, Kamis, mengatakan bahwa pihaknya bergerak cepat menangani dampak banjir yang memutus dua jembatan di Kecamatan Mekakau Ilir akibat luapan sungai pada pada Senin (11/5) malam.

Dia mengatakan, upaya tanggap darurat ini dilakukan guna mengantisipasi banjir susulan yang berpotensi mengancam permukiman warga di sepanjang bantaran sungai.

Dalam normalisasi, kata dia, pihaknya menerjunkan dua unit alat berat ekskavator untuk membersihkan endapan lumpur, batu, kayu, serta berbagai material lain yang menghambat aliran air.

"Pengerukan diprioritaskan pada titik-titik yang mengalami penyumbatan parah agar aliran air sungai kembali lancar sehingga mencegah potensi luapan," tegasnya.

Pengerjaan dilakukan mulai dari pengerukan material yang menumpuk di bagian tengah sungai akibat derasnya arus dari wilayah hulu.

"Termasuk pengerjaan difokuskan untuk membersihkan sisi tepi sungai yang mengalami penyempitan aliran air," kayanya.

Menurut dia, normalisasi tersebut perlu dilakukan karena sungai di kawasan Mekakau Ilir menjadi jalur utama aliran air dari sejumlah desa di daerah hulu.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan banyak material terbawa arus lalu mengendap di beberapa titik. Jika tidak segera dibersihkan, sungai berisiko meluap dan memicu banjir yang lebih besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kecamatan Mekakau Ilir sendiri dikenal sebagai salah satu daerah rawan bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten OKU Selatan.

Kondisi geografis berbukit disertai intensitas hujan yang tinggi membuat kawasan ini rentan mengalami banjir dan tanah longsor saat musim hujan.

"Kami juga mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke sungai untuk mencegah banjir di kemudian hari," ujar dia.

  • bencana banjir
  • normalisasi sungai
  • bpbd oku selatan
  • banjir oku selatan
  • mekakau ilir

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.