Spanyol Laporkan Kasus Hantavirus Baru, Total Menjadi 11 Kasus

Rabu, 13 Mei 2026, 00:30 WIB

MADRID - Seorang penumpang asal Spanyol yang dievakuasi dari kapal pesiar yang menjadi pusat wabah hantavirus dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut, demikian diumumkan oleh Kementerian Kesehatan Spanyol pada hari Selasa. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menyatakan telah mengkonfirmasi 11 kasus, termasuk tiga orang dari kapal pesiar yang meninggal dunia.

Dari South China Morning Post, penumpang dengan kasus hantavirus yang baru dikonfirmasi tersebut sedang menjalani karantina di rumah sakit militer di Madrid, tempat 13 warga negara Spanyol lainnya yang dievakuasi pada hari Minggu – yang semuanya dinyatakan negatif virus – juga dirawat.

Ket. Foto: Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan saat ini 'tidak ada tanda-tanda bahwa kita sedang menyaksikan awal dari wabah yang lebih besar'. — Sumber: Istimewa

Setelah evakuasi seluruh penumpang dan banyak awak kapal selesai, MV Hondius kini berlayar kembali ke Belanda, tempat kapal tersebut akan dibersihkan dan didesinfeksi.

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, yang berada di Madrid, mengatakan bahwa semua 11 kasus yang dikonfirmasi terjadi di antara penumpang atau awak kapal pesiar MV Hondius, termasuk tiga orang yang meninggal. Sembilan dari 11 kasus tersebut telah dikonfirmasi sebagai virus Andes.

“Angka-angka ini hampir tidak berubah selama seminggu terakhir berkat pemerintah dari berbagai negara dan mitra,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal WHO.

“Saat ini, belum ada tanda-tanda bahwa kita akan menyaksikan awal dari wabah yang lebih besar,” tambahnya, “tetapi tentu saja situasinya bisa berubah, dan mengingat masa inkubasi virus yang panjang, ada kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu mendatang”.

Sementara itu, 12 anggota staf di sebuah rumah sakit Belanda tempat pasien hantavirus dirawat diperintahkan untuk melakukan karantina setelah salah menangani cairan tubuh.

Di sebuah rumah sakit di Paris, seorang wanita Prancis yang dievakuasi dari kapal yang mengalami musibah masih dirawat di ruang perawatan intensif dalam kondisi stabil. Pemerintah Prancis mengadakan dua pertemuan darurat baru terkait hantavirus pada hari Selasa, kata perdana menteri.

Otoritas kesehatan mengatakan ini adalah wabah hantavirus pertama di kapal pesiar. Meskipun belum ada obat atau vaksin untuk hantavirus, WHO mengatakan deteksi dan pengobatan dini meningkatkan angka kelangsungan hidup.

Sebanyak 87 penumpang dan 35 awak kapal dievakuasi dari kapal ke darat di Tenerife oleh personel yang mengenakan perlengkapan pelindung tubuh lengkap dan masker pernapasan dalam upaya yang terkoordinasi dengan cermat yang berakhir pada Senin malam. Anggota kru yang tersisa kemudian mengambil persediaan dan berlayar menuju kota pelabuhan Rotterdam di Belanda, kata operator kapal Oceanwide Expeditions.

Para penumpang dari kapal pesiar MV Hondius yang terdampak virus hantavirus menunggu untuk dipindahkan di terminal Pangkalan Udara Eindhoven di Belanda pada hari Selasa. Foto: Xinhua

Para penumpang dari kapal pesiar MV Hondius yang terdampak virus hantavirus menunggu untuk dipindahkan di terminal Pangkalan Udara Eindhoven di Belanda pada hari Selasa. Foto: Xinhua

Dua pesawat tiba di kota Eindhoven, Belanda selatan, semalam. Pesawat pertama membawa 19 awak kapal dan tiga dokter. Warga negara Belanda dipulangkan untuk menjalani karantina, dan yang lainnya, termasuk 17 awak kapal dari Filipina, dikirim ke fasilitas karantina yang didirikan oleh otoritas kesehatan Belanda.

  • Hantavirus

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.