- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kepala WHO Bertekad Setop ...
Kepala WHO Bertekad Setop Penyebaran Hantavirus
Rabu, 13 Mei 2026, 02:25 WIBMADRID â Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, pada Selasa (12/5) mengatakan bahwa tugas mereka belum selesai untuk menahan penyebaran hantavirus usai evakuasi dari kapal pesiar yang dilanda wabah penyakit mematikan tersebut.
Wabah di kapal pesiar MV Hondius telah memicu kekhawatiran internasional setelah tiga penumpang meninggal karena wabah virus langka yang hingga saat ini belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuknya.
Namun, para pejabat kesehatan menekankan bahwa risiko kesehatan masyarakat global rendah dan menolak perbandingan dengan awal pandemi Covid-19.
"Tidak ada tanda-tanda bahwa kita sedang menyaksikan awal dari wabah yang lebih besar," kata Tedros dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, di Madrid setelah mengawasi evakuasi di Kepulauan Canary, Spanyol.
"Namun tentu saja situasinya bisa berubah, dan mengingat masa inkubasi virus yang panjang, ada kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa pekan mendatang," ucap Tedros tentang hantavirus varian Andes yang dapat menular antarmanusia.
Di antara pasien yang masih hidup, yang semuanya adalah penumpang atau awak kapal, tujuh kasus telah dikonfirmasi dan satu kasus kedelapan terdaftar sebagai kemungkinan, menurut perhitungan AFP berdasarkan angka resmi.
Negara-negara yang terdampak meliputi Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Spanyol, Swiss, dan Belanda.
Lebih dari 120 penumpang dan awak kapal pesiar MV Hondius diterbangkan dari Kepulauan Canary Spanyol pada Minggu (10/5) dan Senin (11/5) lalu, dan setiap negara telah menerapkan langkah-langkah kesehatan yang berbeda untuk para penumpang yang kembali ke tanah airnya.
Sebagian besar telah mengikuti pedoman WHO, yang mencakup karantina selama 42 hari dan pemantauan terus-menerus terhadap kontak berisiko tinggi karena masa inkubasi dapat berlangsung selama enam pekan.
Tedros sendiri berharap negara-negara tersebut akan mengikuti saran dan rekomendasi yang WHO berikan dengan tetap mengakui bahwa setiap negara bebas untuk menentukan protokol kesehatan mereka sendiri.
Wabah di kapal pesiar MV Hondius sempat menghadirkan tantangan diplomatik karena berbagai negara bernegosiasi tentang siapa yang akan menerima kapal tersebut dan memperlakukan para penumpangnya.
Spanyol akhirnya mengizinkan kapal tersebut untuk berlabuh di lepas pantai Kepulauan Canary untuk evakuasi penumpang dan awak kapal tersebut namun pemerintah daerah kepulauan Atlantik tersebut dengan keras menentang tindakan tersebut.
Hantavirus diketahui menyebar melalui urin, tinja, dan air liur hewan pengerat yang terinfeksi dan merupakan penyakit endemik di Argentina, tempat kapal pesiar MV Hondius berlayar pada 1 April untuk pelayaran melintasi Samudra Atlantik menuju Tanjung Verde. AFP/I-1
- WHO
- Tedros Adhanom Ghebreyesus
- Hantavirus
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Dinkes DIY Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus Hingga Awal Mei 2026
-
Bersihkan Lingkungan! Dinkes Tangsel Minta Warga Waspadai Risiko Terpapar Hantavirus
-
Palembang Uji Napas Baru: CFD Hadir di Ikon Jembatan Ampera, Catat Tanggal Mulainya!
-
Aksi Bersih Pantai di Mandalika: Polisi Lombok Tengah Bergerak Atasi Sampah
-
Kanker Paru Kini Mengintai Non-Perokok, Penyintas Desak Akses Diagnosis dan Obat Inovatif
-
Spanyol Izinkan Kapal Pesiar yang Terjangkit Hantavirus Berlabuh di Kepulauan Canary.
-
Wabah Misterius di Kapal Pesiar Atlantik: 3 Tewas, Hantavirus Diduga Jadi Penyebab
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.