Trump Ancam Tolak Kesepakatan Iran

Selasa, 12 Mei 2026, 00:45 WIB

Konflik Timur Tengah

WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Minggu (10/5) menyebut persyaratan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah sebagai “sama sekali tidak dapat diterima”, sehingga meningkatkan potensi eskalasi baru setelah berminggu-minggu negosiasi berlangsung.

Ket. Foto: Kapal perang milik AS berada di sekitar Selat Hormuz. — Sumber: AFP/US NAVY/ NAVCENT PUBLIC AFFAIRS

Dilansir dari AFP, pernyataan itu muncul setelah Iran merespons proposal perdamaian terbaru dari Washington dan memperingatkan tidak akan ragu membalas jika terjadi serangan baru AS maupun pengerahan tambahan kapal perang asing di Selat Hormuz.

Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menegaskan penolakannya terhadap respons Teheran.

“Saya baru saja membaca tanggapan dari yang disebut ‘Perwakilan’ Iran.

Saya tidak menyukainya -- SA MA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!” tulis Trump.

Ketegangan meningkat ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan perang belum akan berakhir sebelum uranium yang diperkaya Iran disingkirkan dan fasilitas nuklirnya dibongkar.

“Ini belum berakhir, karena masih ada material nuklir -- uranium yang diperkaya -- yang harus dikeluarkan dari Iran.

Masih ada lokasi pengayaan yang harus dibongkar,” kata Netanyahu dalam wawancara program “60 Minutes” CBS .

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan menyerah meski jalur diplomasi tetap dibuka.

“Kami tidak akan pernah tunduk kepada musuh, dan jika ada pembicaraan tentang dialog atau negosiasi, itu tidak berarti menyerah atau mundur,” katanya di platform X.

Menurut laporan media pemerintah Iran, respons Teheran terhadap proposal AS yang disampaikan melalui mediator Pakistan menitikberatkan pada penghentian perang “di semua lini, terutama Lebanon” serta jaminan keamanan pelayaran di kawasan Teluk.

Proposal AS disebut berfokus pada perpanjangan gencatan senjata untuk membuka ruang pembicaraan terkait penyelesaian konflik dan program nuklir Iran.

Ketidakpastian tersebut membuat pasar energi global kembali bergejolak.

Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli melonjak 2,69 persen menjadi 104,01 dolar AS per barel pada awal perdagangan Senin.

Laporan The Wall Street Journal menyebut Iran juga mengusulkan sebagian uranium yang sangat diperkaya diencerkan dan sisanya dipindahkan ke negara ketiga dengan syarat dapat dikembalikan jika negosiasi gagal atau AS menarik diri dari kesepakatan.

Koalisi Internasional

Di tengah situasi tersebut, Selat Hormuz kembali menjadi perhatian utama dunia karena jalur itu menjadi rute sekitar seperlima perdagangan minyak global.

Iran sebelumnya memberlakukan blokade di Selat Hormuz pada awal perang yang memicu lonjakan harga minyak dan gejolak pasar keuangan global.

Pemerintah AS menilai penguasaan jalur tersebut oleh Iran “tidak dapat diterima”.

Inggris dan Prancis kini memimpin pembentukan koalisi internasional untuk mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz pascakonflik.

Kedua negara dijadwalkan menggelar pertemuan multinasional menteri pertahanan dari lebih 40 negara pada Selasa (12/5), guna membahas rencana pemulihan arus perdagangan internasional.

Namun Iran memperingatkan bahwa pengerahan kapal asing di kawasan itu akan memicu respons cepat.

“Hanya Republik Islam Iran yang dapat menegakkan keamanan di selat ini dan tidak akan mengizinkan negara mana pun untuk ikut campur dalam masalah tersebut,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi di X.

Situasi keamanan di kawasan juga semakin memanas setelah sejumlah serangan drone dilaporkan terjadi di Teluk.

Uni Emirat Arab mengaku berhasil mencegat dua UA V yang diluncurkan dari Iran, sementara Kuwait dan Qatar juga melaporkan insiden serupa di wilayah udara dan perairan mereka.

Juru bicara komisi keamanan nasional parlemen Iran Ebrahim Rezaei bahkan memperingatkan bahwa “pengekangan Iran telah berakhir.” “Serangan apa pun terhadap kapal-kapal kami akan memicu respons Iran yang kuat dan tegas terhadap kapal dan pangkalan Amerika,” ujarnya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.