- Home
-
- Megapolitan
-
- Kreatif! Warga Jakarta Tim...
Kreatif! Warga Jakarta Timur Sulap Sampah Rumah Tangga Jadi Kerajinan Tangan Bernilai Jual
Selasa, 12 Mei 2026, 18:07 WIBJAKARTA - Warga RW 12, Kelurahan Malaka Jaya, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur menyulap sampah rumah tangga menjadi berbagai kerajinan tangan bernilai jual tinggi.
"Kepedulian terhadap persoalan sampah ternyata mampu melahirkan kreativitas sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat. Hal itu terlihat dari kegiatan," kata Ketua Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) RW 12 Kelurahan Malaka Jaya Siti Munawaroh di Jakarta, Selasa (11/5).
Beragam produk kreatif dihasilkan warga, mulai dari tas, dompet, tempat tisu, hingga aksesoris yang dibuat dari bahan bekas seperti bungkus kopi, kemasan minuman, dan bungkus sabun.
Tidak hanya itu, warga juga memproduksi busana dengan teknik cetak alami (ecoprint) bermotif dedaunan menggunakan teknik kukus alami yang ramah lingkungan.
Aktivitas pemberdayaan masyarakat tersebut dipusatkan di dua rumah warga yang menjadi lokasi kegiatan UP2K dan sanggar belajar "Rumah Terampil Hasanah Center" yang dipimpin Siti Munawaroh.
Selain itu, gerakan pengolahan sampah itu lahir dari keresahan warga terhadap persoalan lingkungan, khususnya tingginya volume sampah yang dibuang ke TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
"Inisiatif ini bermula setelah wilayah kami meraih sertifikasi Program Kampung Iklim tingkat Provinsi DKI Jakarta tahun 2021. Kami prihatin melihat gunungan sampah di TPST Bantar Gebang yang terus meningkat," jelas Siti.
Menurutnya, sampah rumah tangga menjadi salah satu penyumbang terbesar timbunan sampah di TPST Bantar Gebang.
Oleh karena itu, warga mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah untuk diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi.
"Ketika kita melihat gunungan sampah di TPST Bantar Gebang dan melihat potensi sampah yang semakin meninggi, maka kita berusaha memilah sampah dari rumah tangga," ucap Siti.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kerajinan berbahan daur ulang.
Sekitar 50 warga yang tergabung dalam kelompok itu juga dibekali berbagai keterampilan lain seperti merajut, membuat kerajinan makrame, manik-manik akrilik, hingga teknik cetak kain alami atau ecoprint.
Sanggar "Rumah Terampil Hasanah Center" telah berdiri sejak 2017 sebagai wadah edukasi dan pemberdayaan bagi kaum ibu.
Menurut Siti, perempuan memiliki peran penting dalam membentuk pola hidup keluarga, termasuk dalam menjaga lingkungan.
"Kalau ibunya teredukasi, maka lingkungan dan generasi berikutnya juga akan ikut terselamatkan," ucap Siti.
Para instruktur yang mengajar di sanggar tersebut juga datang secara sukarela untuk berbagi ilmu tanpa meminta bayaran.
Selain membuat kerajinan tangan, warga juga mengelola lahan kosong seluas 700 meter persegi untuk memproduksi kompos dan pupuk organik cair (POC).
Lahan itu juga dimanfaatkan sebagai area urban farming guna mendukung ketahanan pangan lingkungan sekitar.
Dalam hal pemasaran, warga aktif mengikuti berbagai bazar mulai tingkat kelurahan, kecamatan, hingga provinsi, termasuk kegiatan yang didukung program CSR perusahaan.
Salah satu bazar yang pernah diikuti yakni di Taman Literasi Kebayoran Baru, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Siti berharap pemerintah dapat memperluas pemasaran produk agar semakin banyak warga yang termotivasi mengolah sampah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual.
Sementara itu, Camat Duren Sawit, Kelik Sutanto, mengapresiasi program pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dijalankan warga RW 12 Kelurahan Malaka Jaya.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait pemilahan sampah dari sumbernya.
"Tugas kami sekarang memfasilitasi, mempertemukan antara pihak UP2K RW 12 ini dengan pembeli yang ada. Kendalanya memang masih belum banyak pembeli yang tertarik dengan produk-produk UP2K," kata Kelik.
Kelik berharap kelompok UP2K terus melakukan inovasi desain agar produk yang dihasilkan semakin modern dan diminati berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Donald Trump Sebut Tidak Puas dengan Hasil Perundingan dengan Iran
-
PT KAI: KA Makassar–Parepare Layani 318.311 Penumpang Sepanjang 2025
-
Suporter Galatasaray Dilarang Hadir saat Tandang ke Liverpool
-
Menteri Keuangan Harus Lindungi Penulis, Jenderal di Jabatan Sipil: Di Mana Merit ASN?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.