Donald Trump Sebut Tidak Puas dengan Hasil Perundingan dengan Iran

Sabtu, 28 Feb 2026, 16:00 WIB

WASHINGTON DC — Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyatakan dirinya “tidak senang” dengan perkembangan terbaru perundingan nuklir Iran. Namun, tetap memberi sinyal akan memberikan waktu tambahan bagi para negosiator untuk mencapai kesepakatan.

Ia berharap jalur diplomasi masih dapat mencegah pecahnya perang baru di Timur Tengah. Namun, putaran terbaru pembicaraan di Jenewa kembali berakhir tanpa hasil konkret, dilansir dari NPR, Sabtu (28/2).

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat, Donald Trump — Sumber: X - The White House

Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan mengancam tindakan militer jika tidak tercapai kesepakatan yang memadai. Ia mengaku tidak puas dengan sikap delegasi Iran yang dinilai belum bersedia melangkah cukup jauh dalam negosiasi.

Di sisi lain, mediator perundingan meminta agar proses diplomatik tetap diberi ruang untuk berlanjut. Menteri Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, yang memediasi pembicaraan, menilai kesepakatan masih dalam jangkauan.

Ia mendesak Trump untuk memberi waktu serta ruang bagi para perunding menyelesaikan isu-isu tersisa. Trump sendiri mengakui bahwa setiap konflik selalu membawa risiko, baik maupun buruk, ketika ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan militer AS.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyerukan agar kedua pihak tetap fokus pada jalur diplomasi. Ia menekankan pentingnya penyelesaian melalui dialog.

Namun, Amerika Serikat telah mengerahkan kapal perang dan pesawat tempur tambahan ke kawasan. Sementara itu, sejumlah negara mulai menangguhkan penerbangan dan menyarankan warganya untuk meninggalkan Iran di tengah kekhawatiran eskalasi lebih lanjut. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.