Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah

Sabtu, 09 Mei 2026, 12:25 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengajak masyarakat mulai membiasakan memilah sampah dari rumah melalui deklarasi bertajuk "Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah". Kegiatan tersebut digelar dalam rangkaian Pencanangan HUT ke-499 Kota Jakarta Menuju 5 Abad di Koridor Jalan H.R. Rasuna Said dan Pedestrian Pasar Festival, Jakarta Selatan, Minggu (10/5).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan langkah pemilahan sampah dari sumber menjadi strategi penting untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah di ibu kota. Menurut dia, sebagian besar timbulan sampah di Jakarta berasal dari rumah tangga.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengajak masyarakat mulai membiasakan memilah sampah dari rumah melalui deklarasi bertajuk "Jaga Jakarta Bersih, Pilah Sampah" — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Dudi menjelaskan hampir separuh sampah rumah tangga di Jakarta merupakan sampah organik. Sementara sebagian lainnya masih memiliki potensi untuk didaur ulang apabila dipilah dengan benar sejak awal.

"Melalui Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber, kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa memilah sampah bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan bersama untuk menyelamatkan Jakarta dari darurat sampah," ujar Dudi.

Ia menuturkan, jika pemilahan dilakukan sejak dari rumah, maka sebagian besar sampah bisa diselesaikan di tingkat hulu. Sampah organik dapat diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik bisa didaur ulang maupun ditabung melalui bank sampah.

Menurut Dudi, hanya sampah residu yang nantinya akan dikirim ke TPST Bantargebang. Kebijakan ini akan mulai diterapkan secara bertahap dalam waktu dekat.

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang hanya akan menerima sampah residu dari Jakarta. Bahkan pada 2027, tempat pengolahan sampah tersebut ditargetkan tidak lagi menerima kiriman sampah dari ibu kota.

Kondisi itu membuat perubahan perilaku masyarakat menjadi sangat penting. Pemprov DKI menilai kebiasaan memilah sampah dari rumah harus mulai dilakukan seluruh warga untuk mengurangi ketergantungan terhadap Bantargebang.

Dudi mengatakan sejumlah wilayah sudah mulai menjalankan sistem pemilahan sampah secara mandiri. Salah satunya berada di Kelurahan Rorotan yang nantinya akan dijadikan model bagi wilayah lain.

Menurutnya, keberhasilan di tingkat kelurahan menunjukkan pengurangan sampah dari sumber bisa dilakukan apabila pemerintah dan masyarakat bergerak bersama. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam membangun sistem persampahan yang berkelanjutan.

Deklarasi tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat nasional, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan, Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Lingkungan Hidup, hingga Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Acara turut diramaikan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif bagi warga.

Masyarakat juga diajak memahami nilai ekonomi dari sampah anorganik melalui program menabung sampah. Sejumlah mitra seperti Rekosistem, Plasticpay, Paragon Technology & Innovation, serta Rumah Sosial Kutub ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Selain deklarasi, kegiatan juga diisi penayangan video edukasi, kampanye pemilahan sampah, dan penyuluhan langsung kepada masyarakat. Pemprov berharap pendekatan edukatif ini dapat mengubah kebiasaan warga secara bertahap.

Untuk menjaga kebersihan lokasi acara, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengerahkan 200 petugas kebersihan di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said. Petugas juga didukung berbagai sarana seperti road sweeper, truk pengangkut sampah, hingga ribuan kantong sampah.

"Gerakan memilah sampah organik, anorganik, limbah B3 rumah tangga, dan residu dari sumber merupakan langkah sederhana, tetapi berdampak besar bagi masa depan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan," pungkas Dudi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.