Donald Trump Sebut Tawaran Iran “Sampah”, Harga Minyak Dunia Langsung Melonjak

Selasa, 12 Mei 2026, 11:45 WIB

HONG KONG - Harga minyak naik pada Selasa (12/5), setelah perundingan antara Amerika Serikat dan Iran mengalami kebuntuan, sementara pasar global bergerak bervariasi karena para pelaku pasar tampak mulai mengabaikan ketidakpastian akibat perang yang telah berlangsung selama 10 pekan.

Optimisme terhadap proposal Washington kepada Iran untuk meredakan konflik runtuh setelah Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan pada Senin (11/5), bahwa tawaran balasan Iran adalah “sampah”.

Ket. Foto: Kapal tanker melintas di selat Hormuz. — Sumber: Antara

Trump memperingatkan bahwa penolakan Teheran terhadap tuntutan pemerintahannya membuat gencatan senjata yang sudah rapuh kini menjadi “sangat lemah”.

Kebuntuan tersebut, yang membuat Selat Hormuz sebagian besar tertutup bagi lalu lintas kapal tanker minyak, memicu kekhawatiran di pasar energi global.

Harga minyak mentah Brent sebagai acuan internasional melonjak 1 persen menjadi 105 dolar AS per barel pada perdagangan Selasa pagi di Asia. Sementara itu, minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), juga naik 1 persen menjadi 99 dolar AS per barel.

Logam mulia juga mengalami kenaikan, dengan harga perak melonjak lebih dari 8 persen menjadi 87 dolar AS per ons, melanjutkan tren kenaikan selama beberapa pekan terakhir.

Namun, pasar secara umum bergerak lebih tenang karena para analis menyebut para pedagang masih mengambil sikap menunggu dan melihat perkembangan perang yang terus berkepanjangan.

“Untuk saat ini, Presiden Trump masih berbicara mengenai gagasan bahwa gencatan senjata berada dalam kondisi ‘bertahan dengan alat bantu hidup besar-besaran’,” kata analis Rodrigo Catril dalam podcast NAB Morning Call, merujuk pada komentar Trump kepada wartawan pada Senin.

“Tema utama pasar saat ini adalah meskipun Presiden Trump tidak puas dengan tawaran yang ada, dia juga belum menunjukkan akan terjadi eskalasi konflik,” tambahnya.

Saham-saham di Amerika Serikat membukukan kenaikan tipis pada perdagangan Senin, ditutup sedikit lebih tinggi karena antusiasme terhadap kecerdasan buatan mampu mengimbangi kekhawatiran atas kenaikan harga minyak.

Indeks Kospi Korea Selatan yang dipenuhi saham teknologi sempat naik 1 persen pada awal perdagangan, namun kemudian anjlok dan menghapus seluruh penguatan awal.

Meski demikian, para analis memperingatkan harga minyak bisa melonjak drastis jika perang berlanjut hingga Juni karena pasokan minyak mentah semakin menipis.

“Di balik ketenangan pasar saat ini, terdapat ketergantungan besar pada asumsi bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka secara bertahap sebelum akhir Juni,” kata analis SPI Asset Management, Stephen Innes.

“Gangguan berkepanjangan di selat itu hampir pasti akan mendorong harga minyak jauh lebih tinggi, memperketat kondisi keuangan global, dan menimbulkan kerusakan ekonomi yang lebih serius dibandingkan yang diperkirakan pasar saat ini,” ujarnya.

Para pelaku pasar juga menyoroti Jepang, tempat Menteri Keuangan AS Scott Bessent tiba pada Senin untuk membahas sejumlah isu termasuk persoalan mata uang, sebagaimana dilaporkan harian Nikkei.

Kunjungan tersebut berlangsung menjelang lawatan Trump ke China pekan ini, di mana sejumlah eksekutif papan atas termasuk bos Tesla Elon Musk dan CEO Apple Tim Cook akan bergabung dengan Presiden AS untuk mendorong peningkatan perdagangan Amerika Serikat.

Perang dengan Iran juga akan menjadi agenda utama, dengan Trump diperkirakan mendesak Presiden Xi Jinping yang merupakan pembeli utama minyak Iran, menurut seorang pejabat senior AS.

Pejabat Iran juga disebut akan memantau secara ketat kunjungan Trump ke Beijing, mengingat China diam-diam terlibat dalam upaya penyelesaian krisis tersebut.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

Berita Terbaru

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

Asean Mulai Kerepotan dengan Asap Eksporan Indonesia, tapi Rikuh

Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya

Liverpool Didesak Datangkan Gelandang Bertahan, Ini Jawaban Iraola

Asap Karhutla Makin Pekat, Penderita Asma Diminta Waspadai Serangan Akut

Misteri Ketidakhadiran Menhut dan Menteri LH di Rakor Karhutla Akhirnya Terjawab, Simak Alasannya

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

Karhutla Jadi Ancaman Serius, Menteri LH Minta Warga Waspada dan Patuhi Pemda

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.