• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Studi HERE Technologies: I...

Studi HERE Technologies: Indonesia Masuk Daftar Negara Paling Puas Gunakan Navigasi Digital

Senin, 11 Mei 2026, 15:55 WIB

JAKARTA - HERE Technologies merilis studi terbaru yang mengungkap tingginya ketergantungan pengendara roda dua di Indonesia terhadap sistem navigasi digital untuk menunjang aktivitas harian. Studi bertajuk Inside the Two-Wheeler Landscape in APAC: Key Trends and Rider Behaviors itu menunjukkan pengendara motor di Indonesia sangat bergantung pada akurasi navigasi untuk menjaga produktivitas, efisiensi waktu, hingga keselamatan berkendara. 

Penelitian tersebut dilakukan bersama Point Consulting dengan melibatkan lebih dari 2.400 responden di kawasan Asia Pasifik, termasuk 400 responden dari Indonesia. Studi ini mencakup responden dari Tiongkok, India, Indonesia, Jepang, Thailand, dan Vietnam untuk melihat pola perilaku pengendara roda dua di berbagai negara. 

Ket. Foto: HERE Technologies merilis studi terbaru yang mengungkap tingginya ketergantungan pengendara roda dua di Indonesia terhadap sistem navigasi digital untuk menunjang aktivitas harian. Studi bertajuk Inside the Two-Wheeler Landscape in APAC: Key Trends and Rider Behaviors itu menunjukkan pengendara motor di Indonesia sangat bergantung pada akurasi navigasi. — Sumber: Istimewa

Hasil survei menunjukkan sebanyak 96 persen responden di Indonesia menggunakan kendaraan roda dua untuk aktivitas sehari-hari. Bahkan hampir satu dari dua pengendara mengaku sering atau selalu menggunakan sistem navigasi untuk membantu menentukan rute perjalanan di tengah kondisi lalu lintas yang padat dan dinamis. 

Fitur petunjuk arah suara menjadi layanan navigasi yang paling banyak digunakan oleh responden Indonesia. Sebanyak 67 persen pengendara memilih fitur tersebut karena dinilai membantu saat berkendara di jalan yang kompleks dan padat kendaraan. 

Meski tingkat penggunaan navigasi cukup tinggi, studi ini menemukan masih banyak persoalan yang dialami pengendara. Tiga masalah utama yang paling sering dikeluhkan yakni estimasi waktu tempuh yang tidak akurat, keterlambatan akibat panduan rute yang kurang optimal, serta rekomendasi jalan pintas yang justru dianggap tidak aman oleh pengendara. 

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap pengendara yang bekerja sebagai kurir maupun pekerja lepas. Kesalahan navigasi disebut dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman yang berujung pada potensi penurunan pendapatan harian mereka. 

Pengendara di Indonesia juga menginginkan sistem navigasi yang lebih responsif terhadap kondisi jalan. Sebanyak 31 persen responden menginginkan rekomendasi rute yang lebih aman, 22 persen meminta fitur pengalihan rute secara instan, dan 21 persen membutuhkan rekomendasi untuk beberapa tujuan sekaligus. 

General Manager Asia Tenggara dan India HERE Technologies, Abhijit Sengupta, mengatakan keterlambatan perjalanan bisa memberikan efek berantai bagi pengendara di Indonesia yang menjadikan motor sebagai alat mobilitas sekaligus sumber penghasilan. 

"Bagi pengendara di Indonesia, setiap keterlambatan perjalanan dampaknya bisa berlipat. Kesalahan kecil dalam panduan rute bisa dengan cepat berujung pada keterlambatan dan berdampak pada penurunan pendapatan," ujar Abhijit Sengupta. 

Studi tersebut juga mencatat tingkat kepuasan pengendara motor Indonesia terhadap sistem navigasi masih tergolong tinggi. Sebanyak 42 persen responden mengaku sangat puas, sementara Indonesia mencatat skor kepuasan navigasi rata-rata 8,18 dan masuk dalam jajaran negara dengan tingkat kepuasan berkendara roda dua tertinggi di Asia Pasifik. 

HERE menilai sistem navigasi ke depan harus mampu menghadirkan rute yang lebih presisi, aman, dan dapat diprediksi agar mampu menjawab kebutuhan pengendara motor di Indonesia yang terus meningkat. Hal itu dinilai penting mengingat kendaraan roda dua masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di berbagai kota besar di Indonesia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.