Stok Diklaim Berlimpah, Tapi Harga Beras Tetap Bikin Dompet Mengeluh

Senin, 11 Mei 2026, 13:40 WIB

JAKARTA – Di tengah klaim pemerintah soal stok beras yang melimpah dan gudang yang disebut penuh, masyarakat justru bertemu kenyataan berbeda saat belanja ke pasar.

Harga beras perlahan naik, seolah surplus hanya nyaman terdengar di ruang konferensi pers, bukan di kantong warga. Situasi ini memunculkan ironi klasik: stok katanya aman, tapi dompet tetap terancam.

Ket. Foto: Ilustrasi-Komoditas beras yang dijual di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. — Sumber: ANTARA/ Harianto

Bagi konsumen, beras tidak diukur dari banyaknya cadangan di laporan, melainkan dari seberapa terjangkau harganya di rak toko dan pasar tradisional.

Namun, Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengklaim kenaikan harga beras dalam dua pekan terakhir dipicu oleh meningkatnya harga gabah di tingkat petani serta naiknya biaya distribusi.

Direktur Bina Pasar Dalam Negeri Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Nawandaru Dwi Putra mengatakan berdasarkan hasil pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), harga gabah saat ini berada pada kisaran Rp7.600 hingga Rp8.000 per kilogram, yang kemudian mendorong kenaikan harga beras di tingkat eceran.

"Perlu kami laporkan, tingginya harga beras pada kurun waktu 2 minggu ini disinyalir karena tingginya harga gabah di pasar," ujar Nawandaru dalam Rapat Pengendalian Inflasi Daerah dipantau secara daring di Jakarta, Senin.

Nawandaru menambahkan kenaikan harga beras juga dipengaruhi meningkatnya biaya transportasi serta harga kemasan plastik yang turut menambah beban distribusi.

Kemendag menilai kondisi tersebut perlu diwaspadai karena beras masih menjadi salah satu penyumbang inflasi nasional.

Pada April, komoditas beras tercatat memberikan andil inflasi sebesar 0,02 persen secara bulanan dan 0,18 persen secara tahunan.

Untuk menjaga stabilitas harga, pemerintah mendorong penguatan instrumen stabilisasi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras.

Nawandaru berharap pemerintah daerah dapat berkoordinasi dengan Perum Bulog agar penyaluran beras SPHP dilakukan secara merata dan berkelanjutan hingga ke pasar rakyat.

"Kami harapkan untuk wilayah kabupaten/kota yang tadi disampaikan ini perlu juga minta bantuan Bulog untuk mendeliver secara merata dan kontinyu," kata Nawandaru.

Menurut Nawandaru, penyaluran SPHP dinilai perlu dioptimalkan langsung kepada pedagang pengecer di pasar rakyat. Hal ini telah dilakukan pada mekanisme distribusi Minyakita melalui penugasan BUMN.

Berdasarkan pantauan SP2KP, harga beras medium masih bervariasi antarwilayah. Di zona 1, harga beras medium berada di level Rp13.400 per kilogram atau masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp13.500 per kilogram.

Namun di zona 2, harga beras medium mencapai Rp14.500 per kilogram atau 3,38 persen di atas HET, sedangkan di zona 3 mencapai Rp17.500 per kilogram atau 13,05 persen di atas HET.

Sementara itu, harga beras premium di seluruh zona menunjukkan tren kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Di zona 1 harga beras premium tercatat Rp15.000 per kilogram atau 0,38 persen di atas HET. Zona 2 mencapai Rp16.300 per kilogram atau 5,59 persen di atas HET, dan zona 3 menyentuh Rp20.000 per kilogram atau 26,49 persen di atas HET.

Kemendag menegaskan harga beras, baik medium maupun premium, menjadi perhatian utama pemerintah guna menjaga stabilitas inflasi dan daya beli masyarakat.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Respon Gempa 7,7 M NTT, Dompet Dhuafa Kirim Relawan dan Dirikan Posko Darurat

NASA Ungkap Pola Arus Laut Dunia dari Permukaan hingga Kedalaman 600 Meter

Bantu Masyarakat Terdampak Bencana, Kementan Kirim Bantuan Pangan Senilai 75,4 Miliar ke Flores

PESONA 2026 Wadah UMKM Lamongan Perluas Akses Pasar dan Ajang Naik Kelas

Indonesia Bisa Jadi "Liquidity Hub" Kripto Asia! Ini 3 Syarat Wajibnya

Gempa M7,7 Lumpuhkan Akses Flores! PU Kebut Perbaikan Jembatan & Jalan

Kripto RI Masuk Babak Baru: OJK Jadi Pengawas, Industri Siap "Naik Kelas"

Borobudur Expo 2026 jadi Hub Pariwisata dan Ekraf Perkuat Ekosistem Ekonomi Jateng

Setelah Kematiannya di Avengers: Endgame, Robert Downey Jr. akan Kembali Perankan Iron Man dalam Proyek Disney Terbaru

Harrison Ford Kembali Jadi Indiana Jones dalam Proyek Terbaru Disney

Polda Jatim Dalami Motif Pelempar Bom Molotov ke Pos Lantas

Pos Lantas Dilempar Molotov, Polda Jatim Pastikan Surabaya Tetap Kondusif

Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara

Pasar Murah Jatim Tembus 95 Kali, Khofifah Fokus Dekatkan Pangan Terjangkau ke Warga

Unik! Bupati Pacitan Pimpin Upacara HUT RI ke-81 dari Goa Terdalam di Pulau Jawa

Promo HUT RI ke-81! Tiket Whoosh Jakarta-Karawang Mulai Rp8.800, Ini Cara Dapatnya

Bikin Haru! Ojek Pangkalan, Penjaga Kedai Kopi hingga Damkar Dapat Undangan Upacara HUT RI di Istana

Superman Palangka Raya Ikut Padamkan Kebakaran Lahan Gambut akibat El Niño

MURI Catat Rekor Dunia! Merah Putih Membentang 120 Meter dari Apartemen di Depok

BBTE 2026 Targetkan 200 Buyer dan 100 Seller, Borobudur Jadi Hub Pariwisata Jawa Tengah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.