• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Galeri Indonesia Tembus Ar...

Galeri Indonesia Tembus Art Central Hong Kong 2026, MTN Buka Jalan ke Pasar Dunia

Selasa, 14 Apr 2026, 15:32 WIB

JAKARTA - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya terus mendorong ekspansi seni rupa Indonesia ke panggung internasional. Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi dalam Rising Currents di Art Central Hong Kong 2026 yang berlangsung pada 24 hingga 29 Maret 2026.

Kehadiran ini menjadi bagian dari strategi rekognisi internasional dalam skema MTN Seni Budaya. Program tersebut difokuskan untuk membuka akses lebih luas bagi galeri dan seniman Indonesia agar dapat bersaing di pasar global sekaligus memperluas jejaring profesional.

Ket. Foto: Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya terus mendorong ekspansi seni rupa Indonesia ke panggung internasional. Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi dalam Rising Currents di Art Central Hong Kong 2026 yang berlangsung pada 24 hingga 29 Maret 2026. — Sumber: ANTARA

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyebut keikutsertaan Indonesia dalam ajang ini sebagai langkah penting dalam memperkuat posisi seni rupa nasional di kancah dunia. Ia menegaskan bahwa Rising Currents bukan sekadar kehadiran, melainkan upaya membangun ekosistem budaya yang berkelanjutan.

"Hadirnya 'Rising Currents' di Art Central Hong Kong 2026 menandai langkah penting MTN Seni Budaya dalam menempatkan ekosistem seni rupa Indonesia dalam arus percakapan global," ujar Fadli Zon.

Ia menambahkan bahwa penguatan ekosistem seni rupa menjadi bagian strategis dalam agenda pemajuan kebudayaan nasional. Menurutnya, pemerintah terus mendorong pembinaan talenta, peningkatan kapasitas, serta pembukaan akses ke berbagai platform internasional.

"Kehadiran Indonesia dalam ‘Rising Currents’ di Art Central Hong Kong 2026 merupakan penegasan bahwa seni rupa Indonesia harus semakin maju, semakin berdaya saing, dan semakin diperhitungkan di panggung dunia," ujar Fadli Zon.

Pemilihan Art Central Hong Kong dinilai strategis karena menjadi salah satu pusat pertemuan penting dalam ekosistem seni kontemporer Asia. Ajang ini mempertemukan kolektor, kurator, hingga institusi seni dari berbagai negara dalam satu platform.

Di tengah perubahan lanskap seni global, Hong Kong Art Month tetap menjadi hub penting yang menghubungkan pelaku seni dari berbagai kawasan. Hal ini menjadikannya sebagai pintu masuk potensial bagi karya-karya dari Asia Tenggara untuk dikenal lebih luas.

Selama ini, galeri Indonesia menghadapi sejumlah tantangan untuk menembus art fair internasional. Hambatan tersebut meliputi tingginya biaya partisipasi, produksi karya, hingga keterbatasan akses terhadap jaringan global.

Melalui dukungan MTN Seni Budaya, berbagai kendala tersebut diatasi secara strategis sehingga galeri Indonesia dapat tampil secara kolektif. Pendekatan ini membuka peluang baru bagi pelaku seni untuk menjangkau pasar internasional secara lebih luas.

Dalam Rising Currents, MTN menghadirkan delapan galeri Indonesia dengan melibatkan 17 seniman lintas generasi. Partisipasi ini mencerminkan keberagaman serta perkembangan seni rupa Indonesia yang semakin kompetitif di tingkat global.

Selain pameran, MTN juga menggelar diskusi bertajuk "Rising Currents: Indonesian Contemporary Art in Motion" sebagai ruang dialog. Forum ini membahas perkembangan seni rupa Indonesia serta posisinya dalam lanskap seni dunia.

Partisipasi ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya sejumlah galeri Indonesia mendapatkan dukungan terstruktur dari negara dalam ajang internasional. Momentum ini membuka peluang besar dalam membangun konektivitas dengan kolektor, kurator, dan institusi seni global.

Art Central Hong Kong 2026 sendiri diikuti lebih dari 117 galeri dan 500 seniman dari berbagai negara. Selama enam hari pelaksanaan, ajang ini berhasil menarik lebih dari 40.000 pengunjung dari berbagai penjuru dunia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.