Indonesia Bisa Jadi 'Liquidity Hub' Kripto Asia! Ini 3 Syarat Wajibnya

Minggu, 16 Agu 2026, 19:31 WIB

JAKARTA– Indonesia memiliki peluang untuk memperkuat posisinya sebagai liquidity hub aset kripto di kawasan, seiring besarnya minat pasar domestik dan ketertarikan proyek-proyek blockchain global terhadap Indonesia. Namun, peluang tersebut perlu diikuti dengan penguatan ekosistem, terutama dari sisi builders, likuiditas, dan kepastian regulasi.

Vice President of Business Development INDODAX, James Eugene, mengatakan bahwa Indonesia telah menjadi pasar yang menarik bagi proyek blockchain global. Menurutnya, tingginya aktivitas pasar domestik menunjukkan adanya daya tarik yang dapat menjadi modal awal bagi Indonesia untuk membangun peran yang lebih besar di tingkat regional sebagai liquidity hub.

Ket. Foto: Vice President of Business Development INDODAX, James Eugene (kanan) dalam panel diskusi pada Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026 pada 12-14 Agustus kemarin — Sumber: istimewa

“Mereka (proyek global) melihat Indonesia sebagai pasar yang memiliki potensi besar dan likuiditas yang kuat. Namun, likuiditas sendiri jauh lebih kompleks karena melibatkan banyak aktor, sehingga diperlukan sinergi untuk mengembangkan produk dan ekosistem bersama” ujar James dalam panel diskusi pada Indonesia Blockchain Week (IDBW) 2026.

Meski demikian, besarnya peluang pasar tidak berarti seluruh inovasi dapat langsung masuk tanpa mempertimbangkan aspek regulasi. James menilai posisi exchange adalah mencari titik keseimbangan antara kebutuhan pasar, inovasi, dan kepatuhan. Perlindungan konsumen tetap menjadi pertimbangan utama ketika berhadapan dengan berbagai proyek dan produk baru yang ingin masuk ke pasar Indonesia.

“Yang perlu dilakukan adalah menemukan sweet spot antara regulasi dan inovasi. Kita mencoba mendorong likuiditas, terutama di Indonesia, tetapi tentu saja kita juga harus memperhatikan regulasi. Perlindungan konsumen benar-benar menjadi salah satu hal terbesar yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Menurut James, terdapat dua hal yang perlu diperkuat apabila Indonesia ingin berkembang menjadi crypto hub di Asia Tenggara. Pertama, semakin banyak builders yang membangun produk dan infrastruktur dengan kapabilitas global. Kedua, ketersediaan likuiditas yang dapat menghubungkan proyek, exchange, investor, dan berbagai bagian dalam ekosistem blockchain.

“Kita membutuhkan lebih banyak builders. Yang kedua selalu mengenai likuiditas. Likuiditas dibutuhkan oleh proyek, exchange, dan seluruh rails dalam ekosistem blockchain. Venture capital juga memiliki peran penting untuk mendukung pertumbuhan pasar secara keseluruhan,” jelasnya.

Di sisi lain, James menilai kepastian regulasi menjadi salah satu faktor penting untuk menarik partisipasi institusi dan perusahaan global. Menurutnya, Indonesia telah memiliki regulasi aset digital, namun kepastian arah regulasi dan infrastruktur hukum akan menjadi salah satu fondasi dalam menentukan keputusan pelaku usaha untuk membangun bisnis di Indonesia.

“Yang penting adalah kepastian mengenai bagaimana regulasi dan infrastruktur hukum akan berjalan ke depan. Bagi institusi atau perusahaan asing, hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan ketika menentukan apakah mereka ingin membangun bisnis di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, ekosistem perlu membangun lebih banyak produk dan infrastruktur yang dapat digunakan secara global, sekaligus menciptakan kondisi yang memungkinkan likuiditas tumbuh dari sisi supply dan demand. Dengan kombinasi tersebut, Indonesia memiliki ruang untuk memperkuat perannya dalam ekosistem aset digital di kawasan.

Sebagai licensed crypto exchange Indonesia, INDODAX melihat penguatan ketiga aspek tersebut dapat menjadi fondasi agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar pengguna aset digital, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari ekosistem aset digital regional yang mampu menarik proyek, modal, dan inovasi global.

  • Indodax
  • industri kripto Indonesia
  • Aset Kripto Indonesia
  • Industri Digital Indonesia

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

NASA Ungkap Pola Arus Laut Dunia dari Permukaan hingga Kedalaman 600 Meter

Bantu Masyarakat Terdampak Bencana, Kementan Kirim Bantuan Pangan Senilai 75,4 Miliar ke Flores

PESONA 2026 Wadah UMKM Lamongan Perluas Akses Pasar dan Ajang Naik Kelas

Indonesia Bisa Jadi "Liquidity Hub" Kripto Asia! Ini 3 Syarat Wajibnya

Gempa M7,7 Lumpuhkan Akses Flores! PU Kebut Perbaikan Jembatan & Jalan

Kripto RI Masuk Babak Baru: OJK Jadi Pengawas, Industri Siap "Naik Kelas"

Borobudur Expo 2026 jadi Hub Pariwisata dan Ekraf Perkuat Ekosistem Ekonomi Jateng

Setelah Kematiannya di Avengers: Endgame, Robert Downey Jr. akan Kembali Perankan Iron Man dalam Proyek Disney Terbaru

Harrison Ford Kembali Jadi Indiana Jones dalam Proyek Terbaru Disney

Polda Jatim Dalami Motif Pelempar Bom Molotov ke Pos Lantas

Pos Lantas Dilempar Molotov, Polda Jatim Pastikan Surabaya Tetap Kondusif

Lada Putih Muntok Bangka Siap Mendunia, Kementerian UMKM Bidik 1.200 Restoran di 63 Negara

Pasar Murah Jatim Tembus 95 Kali, Khofifah Fokus Dekatkan Pangan Terjangkau ke Warga

Unik! Bupati Pacitan Pimpin Upacara HUT RI ke-81 dari Goa Terdalam di Pulau Jawa

Promo HUT RI ke-81! Tiket Whoosh Jakarta-Karawang Mulai Rp8.800, Ini Cara Dapatnya

Bikin Haru! Ojek Pangkalan, Penjaga Kedai Kopi hingga Damkar Dapat Undangan Upacara HUT RI di Istana

Superman Palangka Raya Ikut Padamkan Kebakaran Lahan Gambut akibat El Niño

MURI Catat Rekor Dunia! Merah Putih Membentang 120 Meter dari Apartemen di Depok

BBTE 2026 Targetkan 200 Buyer dan 100 Seller, Borobudur Jadi Hub Pariwisata Jawa Tengah

Unik! Bendera Merah Putih Bakal Dikibarkan di Akuarium Hiu Ancol Saat HUT RI ke-81

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.