BPS Catat 2025 Jadi Tahun Penguatan Sosial Ekonomi Banten, Kemiskinan dan Pengangguran Turun

Jumat, 06 Feb 2026, 04:10 WIB

Serang - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat indikator sosial ekonomi Provinsi Banten sepanjang 2025 menunjukkan penguatan yang ditandai dengan penurunan kemiskinan, peningkatan serapan tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Banten Budi Santoso di Kota Serang, Kamis (5/2) mengatakan, penguatan indikator tersebut mencerminkan dampak dari arah kebijakan pembangunan daerah yang menitikberatkan pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi berbasis wilayah.

Ket. Foto: Infografik indikator sosial ekonomi Provinsi Banten sepanjang 2025 dirilis di Kota Serang, Kamis (5/2). — Sumber: Antara

“Tingkat pengangguran turun. Penurunannya cukup terasa di perdesaan,” ujar Budi Santoso saat Ekspose Berita Resmi Statistik di Kantor BPS Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang.

Ia menjelaskan, penyerapan tenaga kerja paling besar terjadi di sektor pertanian, disusul industri pengolahan dan perdagangan. Kondisi itu dinilai berkontribusi langsung terhadap penurunan pengangguran di wilayah perdesaan.

“Ketika sektor pertanian naik paling tinggi, dampaknya terlihat pada penurunan pengangguran perdesaan,” katanya.

Menurut Budi, arah kebijakan Pemprov Banten difokuskan pada penguatan konektivitas, pertanian, investasi, pendidikan, dan UMKM agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.

“Program prioritas daerah diarahkan pada penguatan konektivitas, pertanian, investasi, pendidikan, dan UMKM. Ini selaras dengan indikator sosial ekonomi yang dirilis BPS,” ujarnya.

Ia menyebutkan, penguatan infrastruktur desa dilakukan melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di kawasan lumbung pangan, serta renovasi rumah tidak layak huni (RTLH) untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Di bidang sumber daya manusia, Pemprov Banten menjalankan Program Banten Cerdas melalui sekolah gratis SMA, SMK, dan SKh swasta serta Sekolah Rakyat untuk memperluas akses pendidikan. Di sisi ketenagakerjaan, optimalisasi Balai Latihan Kerja terus didorong untuk menyiapkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri.

“Seluruh program ini diarahkan untuk memperkuat basis ekonomi daerah dan memperluas kesempatan kerja,” kata Budi Santoso.

BPS Provinsi Banten mencatat, persentase penduduk miskin pada September 2025 turun 0,12 poin dibanding Maret 2025 menjadi 5,51 persen, dengan jumlah penduduk miskin berkurang 11.900 orang menjadi 760.850 orang.

Kepala BPS Provinsi Banten Yusniar Juliana mengatakan, indikator makro menunjukkan tren yang sejalan antara pertumbuhan ekonomi, penurunan pengangguran, dan penurunan kemiskinan.

“Pertumbuhan ekonomi positif dan ada akselerasi. Secara umum diikuti penurunan pengangguran dan kemiskinan,” ujarnya.

Ia menambahkan, karakter kemiskinan perkotaan dan perdesaan memiliki pola berbeda sehingga membutuhkan pendekatan intervensi yang lebih spesifik.

“Karakter kemiskinan kota dan desa berbeda, sehingga pendekatan intervensinya perlu dirinci,” kata Yusniar.

Dari sisi ketenagakerjaan, jumlah penduduk bekerja di Banten pada November 2025 mencapai 6,05 juta orang atau bertambah 296.340 orang dibanding Agustus 2025. 

Peningkatan terbesar terjadi di sektor pertanian sebanyak 159.350 orang, industri pengolahan 138.920 orang, dan perdagangan 75.090 orang.

Sementara itu, ekonomi Banten sepanjang 2025 tumbuh 5,37 persen dibanding 2024, dengan nilai PDRB mencapai Rp873,63 triliun atas dasar harga berlaku. Pertumbuhan didorong industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan, serta konsumsi rumah tangga dan investasi.

“Secara year on year terlihat ada peningkatan konsumsi rumah tangga yang memberi indikasi penguatan aktivitas ekonomi,” ujar Yusniar.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.