Melon Hidroponik Jadi Andalan Baru Desa Wisata di Purbalingga
Senin, 11 Mei 2026, 13:35 WIBPURBALINGGA â Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Agung Sejahtera (SAS) di Desa Bojong, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mencoba menghadirkan cara baru dalam mengembangkan potensi desa lewat budi daya melon premium hidroponik di dalam greenhouse.
Selain menghasilkan buah berkualitas, langkah ini juga menjadi upaya memperkuat ketahanan pangan desa dengan metode pertanian modern yang lebih efisien dan terkontrol.
Menariknya, area greenhouse tersebut juga mulai diarahkan menjadi bagian dari destinasi wisata edukasi, sehingga masyarakat tidak hanya mendapat manfaat ekonomi dari hasil panen, tetapi juga dari kunjungan wisatawan yang ingin melihat langsung proses budidayanya.
Direktur BUMDes SAS Vandi Romadhon di Purbalingga, Senin (11/5), mengatakan pengembangan usaha di sektor pertanian modern tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kondisi alam Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, yang dinilai sangat mendukung pengembangan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
âProgram ini searah dengan mandatori Presiden terkait ketahanan pangan. Kami memilih melon karena kondisi alam Bojong cocok dan potensi keberlanjutan usahanya juga cukup tinggi,â katanya.
Ia mengatakan budi daya melon hidroponik di dalam rumah kaca memiliki sejumlah keunggulan, baik dari sisi pengelolaan tanaman maupun kualitas hasil panen yang dihasilkan.
Menurut dia, sistem budi daya tersebut memungkinkan pengaturan nutrisi, iklim, dan lingkungan tanam secara lebih presisi sehingga mampu menghasilkan buah dengan tingkat kemanisan yang lebih baik, ukuran seragam, dan produktivitas optimal.
âBudi daya melon hidroponik dalam greenhouse mampu menghasilkan buah yang lebih manis, seragam, dan berkualitas tinggi dengan produktivitas yang lebih optimal karena nutrisi, iklim, dan lingkungan tanam dapat dikendalikan secara presisi,â katanya.
Ia mengatakan BUMDes SAS saat ini memiliki dua unit rumah kaca dengan kapasitas masing-masing sekitar 400 tanaman, sehingga total terdapat sekitar 800 pohon melon premium yang dibudidayakan.
âGreenhouse kami saat ini ada dua unit dengan total kapasitas sekitar 800 pohon. Di sana kami menanam berbagai varietas melon premium,â katanya menegaskan.
Ia mengatakan budi daya melon tersebut kini memasuki musim tanam kedua sejak unit usaha itu mulai dijalankan.
Pada musim tanam pertama, varietas yang dikembangkan di antaranya Golden Aroma dan White Kirin, sedangkan pada musim tanam kedua berupa varietas Sweet Lavender, Kirani, dan White Kirin.
Menurut dia, tanaman melon hidroponik dapat dipanen dalam waktu sekitar 70 hari sejak masa tanam.
âHarapannya ke depan Desa Bojong bisa dikenal sebagai desa penghasil melon berkualitas,â katanya.
Selain untuk pengembangan usaha desa dan mendukung ketahanan pangan, kata dia, budi daya melon hidroponik tersebut juga diarahkan sebagai penunjang program desa wisata yang tengah dirintis Pemerintah Desa Bojong.
Saat memasuki masa panen, kata dia, rumah kaca itu direncanakan dibuka untuk wisata petik melon sekaligus menjadi sarana edukasi pertanian modern bagi masyarakat.
âTujuan lainnya untuk mendukung desa wisata, karena Desa Bojong sedang merintis menjadi desa wisata. Wisata petik melon ini diharapkan bisa menjadi daya tarik baru sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat,â kata Vandi.
- Kabupaten Purbalingga
- BUMDes
- melon hidroponik
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kemenhub Sepakati Hak Pengelolaan Pelabuhan Palembang Baru Sumatra Selatan
-
TNI Siagakan Panser di Glodok Pascakerusuhan
-
Tak Ada Ampun! Satgas Saber Awasi Ketat Keamanan Pangan Nasional
-
Bagaimana Cara Antibiotik Memicu Resistensi Bakteri?
-
Pemerintah Harus Gerak Cepat Antisipasi Lonjakan Inflasi
-
Terungkap! Ini Alasan Kenapa Tutut Soeharto Dicegah ke Luar Negeri, Justru Gugat Menkeu
-
Undip Naik ke Peringkat 106 Asia dalam QS Asia University Rangking
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.