• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bagaimana Cara Antibiotik ...

Bagaimana Cara Antibiotik Memicu Resistensi Bakteri?

Senin, 29 Sep 2025, 07:27 WIB

SEBUAH studi baru dari Rutgers Health mengungkap perubahan mengejutkan dalam kisah resistensi antibiotic. Alih-alih membunuh bakteri, obat-obatan seperti siprofloksasin justru dapat memicu semacam mode bertahan hidup mikroba.

Dengan menurunkan tingkat energi bakteri, antibiotik tersebut menyebabkan Escherichia coli (E. coli) meningkatkan metabolismenya, bertahan dari serangan, dan bermutasi lebih cepat, yang pada akhirnya mempercepat evolusi resistensi obat.

Ket. Foto: Formulasi dan karakterisasi kombinasi 3-fag. — Sumber: Foto: Nature Microbiology

Antibiotik seharusnya memusnahkan bakteri, namun obat-obatan tersebut terkadang dapat memberikan keuntungan tak terduga bagi mikroba. Sebuah studi baru dari Rutgers Health menunjukkan bahwa siprofloksasin, pengobatan utama untuk infeksi saluran kemih, menyebabkan Escherichia coli (E. coli) mengalami krisis energi yang menyelamatkan banyak sel dari kematian dan mempercepat evolusi resistensi penuh.

“Antibiotik sebenarnya dapat mengubah metabolisme bakteri,” kata Barry Li, seorang mahasiswa di Rutgers New Jersey Medical School yang sedang menempuh program gelar doktor ganda untuk dokter-ilmuwan dan penulis pertama makalah yang diterbitkan di Nature Communications.

“Kami ingin melihat apa pengaruh perubahan-perubahan tersebut terhadap peluang bertahan hidup bakteri tersebut,” ucapnya dikutip laman Science Daily.

Li dan penulis senior Jason Yang berfokus pada adenosin trifosfat (ATP), bahan bakar molekuler yang menggerakkan sel. Ketika kadar ATP menurun, sel mengalami “stres bioenergi.” Untuk meniru stres tersebut, tim merekayasa E. coli dengan saluran genetik yang terus-menerus membakar ATP atau sepupunya, nikotinamida adenin dinukleotida (NADH). Kemudian, mereka mengadu galur hasil rekayasa dan bakteri normal melawan siprofloksasin.

Hasilnya mengejutkan para peneliti. Obat dan saluran genetik tersebut masing-masing memangkas ATP, tetapi alih-alih melambat, bakteri justru berakselerasi. Respirasi melonjak, dan sel-sel memuntahkan molekul oksigen reaktif ekstra yang dapat merusak DNA. Kegilaan itu menghasilkan dua hasil yang meresahkan.

Dalam uji time-kill, sepuluh kali lebih banyak sel yang stres yang mampu bertahan dari dosis siprofloksasin yang mematikan dibandingkan dengan kontrol yang tidak stres. Sel-sel yang tangguh dan tertinggal ini, yang disebut sel persister, bersembunyi hingga obat habis, lalu bangkit kembali untuk memicu infeksi baru.

Orang-orang telah lama menyalahkan metabolisme yang lambat atas pembentukan sel persister.

“Orang-orang mengira metabolisme yang lebih lambat akan menyebabkan lebih sedikit kematian,” kata Li. “Kami melihat sebaliknya. Sel-sel meningkatkan metabolisme untuk mengisi ulang tangki energi mereka, dan itu memicu respons stres yang memperlambat kematian.”

Eksperimen lanjutan menelusuri perlindungan tersebut ke respons yang ketat, sebuah sistem alarm bakteri yang memprogram ulang sel di bawah tekanan. hay

Redaktur: Haryo Brono

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turun Langsung Padamkan Karhutla di Kalsel

3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.