Bungkus Produk Asal-asalan? Menperin: IKM Bisa Kalah Saing Kalau Kemasan Nggak Naik Kelas
Minggu, 10 Mei 2026, 11:52 WIBJAKARTA-Di era persaingan pasar yang makin ketat, kemasan tidak lagi sekadar pembungkus. Perannya kini bergeser jadi elemen strategis yang menentukan citra, nilai tambah, dan daya saing produk. Kemasan bahkan jadi media komunikasi visual utama untuk membangun identitas merek dan merebut hati konsumen.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut, desain kemasan yang kuat adalah kunci agar produk lokal, terutama dari industri kecil dan menengah (IKM), bisa bersaing di dalam dan luar negeri.
âKemasan yang berkualitas dan berdaya saing tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi representasi kualitas dan identitas sebuah brand. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku IKM dalam pengembangan desain merek dan kemasan perlu terus dipacu agar produk lokal mampu bersaing di pasar domestik maupun global,â tegas Menperin di Jakarta, Sabtu (9/5).
Menperin menilai konsumen saat ini makin selektif. Pemilihan bahan, tampilan visual, kelengkapan label, sampai isu keberlanjutan jadi pertimbangan sebelum membeli. Karena itu, inovasi kemasan wajib dilakukan IKM jika ingin memperluas pasar dan naik level.
Ia juga mendorong kolaborasi lintas pihak untuk memperkuat ekosistem kemasan nasional. âSinergi antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, akademisi, dan desainer diperlukan untuk mengakselerasi terciptanya inovasi kemasan yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga berkelanjutan dan relevan dengan tren global,â katanya.
Sebagai wujud dukungan, Kemenperin melalui Ditjen IKMA telah mendirikan Klinik Desain Merek dan Kemasan (KDMK) sejak 2003.
Dirjen IKMA Reni Yanita menjelaskan, KDMK jadi alat penting untuk mendongkrak mutu dan daya saing produk IKM.
âKDMK hadir untuk membantu IKM dalam pemilihan bahan kemasan yang sesuai dengan produk, teknologi kemasan, serta pengembangan desain kemasan dan label sesuai regulasi, hingga fasilitasi bantuan cetak kemasan,â ujar Reni saat Pemberian Penghargaan INPACK Award di Cikarang, Rabu (29/4).
Menurut Reni, pengembangan desain merek dan kemasan harus menyesuaikan karakter konsumen dan patuh pada regulasi.
âMasing-masing segmen pasar punya preferensi, kebutuhan, dan pendekatan visual yang beda. Karena itu, desain merek dan kemasan produk IKM perlu mampu merepresentasikan identitas produk sekaligus menjawab ekspektasi konsumen pada setiap target pasar,â jelasnya.
Dari 2015 sampai April 2026, KDMK telah mendampingi 2.131 IKM untuk perbaikan desain kemasan dan 679 IKM untuk bantuan cetak kemasan.
âCapaian ini menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap dukungan pengembangan desain dan inovasi kemasan sebagai bagian dari strategi penguatan usaha,â ungkap Reni.
KDMK juga aktif menggandeng pemda melalui rumah kemasan, industri besar, swasta, kampus, dan asosiasi untuk membangun ekosistem kemasan. Tujuannya, menciptakan iklim yang mendukung inovasi dan memudahkan IKM meningkatkan kualitas produk.
IKM juga bisa mengakses layanan lewat platform e-Kemasan di website e-Klinik Desain Merek dan Kemasan.
âDalam platform e-Kemasan, pelaku IKM dapat mengajukan fasilitasi desain secara online. Selain itu, tersedia direktori rumah kemasan yang tersebar di seluruh Indonesia lengkap dengan alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi,â kata Reni.
Dirjen IKMA turut mengapresiasi INPACK Award 2025â2026 yang digelar First Packaging Asia dan Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia. Kompetisi nasional ini diikuti 163 peserta dari berbagai daerah untuk mendorong kreativitas, inovasi, dan solusi kemasan berkelanjutan.
Reni menilai INPACK jadi ruang temu industri, akademisi, desainer, dan talenta muda untuk melahirkan inovasi kemasan yang sesuai tren global.
âDesain kemasan saat ini dituntut tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyeimbangkan aspek estetika, fungsionalitas, keberlanjutan, serta efisiensi biaya. Melalui kegiatan ini, saya berharap lahir berbagai inovasi kemasan yang mampu menjawab preferensi konsumen yang semakin memperhatikan isu lingkungan, perkembangan teknologi, serta pengalaman pengguna. Hal tersebut menjadikan desain kemasan sebagai elemen strategis dalam meningkatkan daya saing dan memenangkan persaingan pasar,â tutupnya.
- Kementerian Perindustrian
- Industri Kecil Menengah (IKM)
- Menperin Agus Gumiwang
- Inovasi Kemasan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Gelar IFI 2026, Kemenperin Kembangkan Inovasi Produk Antara Pangan Lokal
-
Siap Go Internasional! Kemenperin Cari Talenta Terbaik Buat WorldSkills ASEAN 2027
-
Jaga Keberlanjutan, Kemenperin Dorong Rumah Sakit Patuhi Standar Lingkungan
-
Kemenperin: Asesor Kompetensi Kunci Transformasi Manufaktur yang Adaptif
-
Perkuat Ekosistem, Kemenperin Libatkan IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik
-
MBG Dorong Konsumsi Susu, Kemenperin: Limbah Kemasan Harus Dikelola Biar Tidak Cemari Lingkungan
-
Dirjen Ikma Kementerian Perindustrian RI Kunjungi Ikm Binaan Yayasan Dharma Bhakti Astra di Bogor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.