• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • James F. Sundah Meninggal ...

James F. Sundah Meninggal Dunia, Musik Indonesia Kehilangan Sosok Legendaris.

Jumat, 08 Mei 2026, 18:57 WIB

Pengamat Musik Indonesia Wendi Putranto mengenang musisi senior James F. Sundah sebagai sosok pribadi yang hangat dan sangat mencintai musik, seni serta kemanusiaan.

"Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi dunia musik Indonesia. Sepanjang hidupnya, James F. Sundah dikenal sebagai salah seorang komposer, penulis lagu, produser, dan arranger paling berpengaruh dalam sejarah musik populer Indonesia modern," kata Wendi di Jakarta, Jumat.

Ket. Foto: Komponis, penulis lagu, dan produser legendaris Indonesia James F. Sundah. — Sumber: Antara Foto

Juru bicara keluarga James itu menyampaikan bahwa dedikasinya terhadap musik membuat beliau dihormati tidak hanya sebagai pencipta lagu, tetapi juga sebagai mentor dan pejuang penegakan hak cipta dalam perkembangan ekosistem musik Indonesia.

Tak heran jika karya-karyanya telah melintasi generasi dan menjadi bagian penting dari perjalanan industri musik tanah air sejak era 1970-an.

"Warisan musikal James F. Sundah akan terus hidup melalui karya-karya yang telah menjadi soundtrack kehidupan banyak orang Indonesia selama puluhan tahun," katanya.

James Freddy Sundah meninggal dunia pada Kamis (7/5) pukul 11.28 waktu New York (EST), dalam usia 70 tahun, dikelilingi oleh istri, anak, dan keluarganya tercinta.

Pria yang lahir pada 1 Desember 1955 itu mengawali kiprahnya sebagai musisi dan kemudian berkembang menjadi sosok kreatif di balik banyak lagu populer Indonesia.

20260508190028_James-F.-Sundah-dan-istrinya.jpg

Namanya dikenal luas melalui karya-karya yang dinyanyikan sejumlah penyanyi besar Indonesia, dengan karakter komposisi dan lirik yang kuat, menggugah, melodius, emosional, dan kaya sentuhan musikal modern.

Beberapa karya monumentalnya antara lain, "Lilin Lilin Kecil", "September Ceria," "lroni," Astaga," hingga "When You Came Into My Life" yang ia ciptakan bersama Titiek Puspa, Klaus Meine, dan Rudolf Schenker dari Scorpions. "Lilin Lilin Kecil" yang dirilis pertama kali pada 1977 masuk ke dalam daftar 150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Majalah Rolling Stone Indonesia (2009).

Sebagai pencipta lagu, James F. Sundah dikenal menghasilkan banyak karya abadi yang dinyanyikan oleh berbagai musisi lintas generasi.

Dalam hidupnya James berjuang keras tanpa kenal Ielah melawan kanker paru-paru yang dideritanya sejak 2024.

Kemudian pada 15 Oktober 2025, James merilis karya terakhirnya yang berjudul "Seribu Tahun Cahaya" dan dinyanyikan oleh penyanyi muda berbakat Claudia Emmanuela Santoso. Sebulan kemudian, James F. Sundah menerima penghargaan Lifetime Achievement Award dari Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards 2025).

Sejak akhir sekitar tahun 90-an James dan keluarga telah bermukim di New York, Amerika Serikat, namun tetap intens berkarya dan mengamati perkembangan industri musik dalam negeri hingga akhir hayatnya.

Para penyanyi besar pernah menyanyikan karya-karyanya, mulai dari Chrisye, Vina Panduwinata, Ruth Sahanaya, Krisdayanti, Titi DJ, Nicky Astria, Sheila Majid hingga ChoW Mahmud (Efek Rumah Kaca). Ia juga memiliki reputasi tinggi sebagai produser dan arranger yang membantu membentuk kualitas artistik banyak rekaman penting dalam industri musik nasional.

Rencananya pihak keluarga akan menggelar viewing dan ibadah penghiburan pada Minggu (10/5) di Schwartz Brothers Memorial Chapel, New York, Amerika Serikat pukul 15.00 sampai 20.00 waktu setempat.

Dilanjutkan dengan ibadah pelepasan dan pemakaman pada Senin (11/5) pukul 09.00 waktu setempat. Prosesi dimulai dari rumah duka dan dilanjutkan memakamkan mendiang di St. John Cemetery.

  • James F. Sundah

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.