Basarnas DIY Matangkan Kesiapan Penanganan Bencana Lewat Edukasi dan Penguatan Operasi
Jumat, 08 Mei 2026, 17:15 WIBYOGYAKARTA - Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana terus menjadi perhatian Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Yogyakarta. Dalam audiensi bersama Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (7/5), Basarnas menegaskan komitmennya untuk menjaga kesiapan personel maupun peralatan selama 24 jam penuh.
Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis, mengatakan pihaknya tidak hanya fokus pada penanganan saat bencana terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat. Salah satu program yang rutin dilakukan ialah SAR Goes To School yang menyasar pelajar dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada berbagai pengetahuan dasar kebencanaan sekaligus praktik penyelamatan. Materi pelatihan meliputi teknik evakuasi di area ketinggian, penanganan medan vertikal, hingga kemampuan pertolongan pertama bagi korban dalam operasi pencarian dan penyelamatan.
âIntinya kalau terkait dengan potensi bencana, tim Basarnas siap, siap dalam artian kami memiliki kesiapsiagaan 24/7. Artinya kami siaga terus-terusan selama 24 jam,â ujar Rio.
Selain penguatan sumber daya manusia, Basarnas Yogyakarta juga menyiapkan dukungan sarana operasi. Beberapa peralatan yang dimiliki antara lain perahu Rigid Inflatable Boat (RIB), jetski, kendaraan ekstrikasi, serta drone thermal untuk membantu pemantauan udara dan proses evakuasi.
Menurut Rio, keberadaan fasilitas tersebut mendapat perhatian positif dari Sri Sultan karena dinilai penting untuk menunjang respons cepat dalam kondisi darurat di wilayah DIY.
âKami berharap dan berdoa sesuai dengan apa yang kita audiensi dengan Gubernur, mudah-mudahan di Jogja selalu aman dan terkendali. Tapi tidak lupa bahwa kita itu siap, selalu siap untuk melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan,â katanya.
Dalam operasional di lapangan, jumlah personel yang diterjunkan akan disesuaikan dengan kebutuhan situasi. Namun, secara umum satu tim operasi SAR terdiri dari seorang komandan regu dan delapan anggota.
Rio menambahkan, Sri Sultan juga mengingatkan pentingnya menjaga sinergi dengan berbagai pihak dalam penanganan bencana. Sikap rendah hati dan kerja sama lintas instansi dinilai menjadi kunci dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan.
Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran Basarnas Yogyakarta, di antaranya Kepala Urusan Umum Haryadi Wibowo, Kepala Sub Seksi Operasi Arief Sugiyarto, dan Kepala Sub Seksi Sumber Daya Asyikin. Sementara dari pihak Pemda DIY hadir Asisten Sekretariat Daerah DIY Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Aria Nugrahadi.
âSri Sultan selalu mendoakan untuk Basarnas Daerah Istimewa Yogyakarta untuk selalu lebih siap dan lebih tangguh lagi dari sekarang,â ucap Rio.
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Peringati May Day, Khofifah - Emil Luncurkan Kebijakan Pro-Buruh
-
Transformasi Pasar Rakyat menjadi Destinasi Kuliner di Malang
-
Imigrasi Bitung Amankan Dua Warga Negara Tiongkok Terkait Izin Tinggal
-
Jangan Tunggu Krisis! Daerah Rawan Pangan Harus Jadi Prioritas
-
Bupati Bogor Minta Inspektorat Siapkan Laporan Dugaan Jual Beli Jabatan ASN
-
Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Dialihkan Diam-Diam, MAKI: Ini Baru Pertama Sejak 2003
-
Polrestro Jakbar Gencar Patroli Rumah Kosong yang Ditinggal Pemudik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.