WHO Ungkap Asal-usul Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

Selasa, 05 Mei 2026, 19:15 WIB

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap perkembangan terbaru terkait wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar Belanda MV Hondius di lepas pantai Cabo Verde. WHO menduga kasus pertama berasal dari penumpang yang telah terinfeksi sebelum menaiki kapal.

Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi serta Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, mengatakan dugaan awal menunjukkan pasien pertama bersama istrinya kemungkinan terpapar virus saat masih berada di luar kapal. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jenewa pada Selasa (5/5).

Ket. Foto: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap perkembangan terbaru terkait wabah hantavirus yang terjadi di kapal pesiar Belanda MV Hondius di lepas pantai Cabo Verde. WHO menduga kasus pertama berasal dari penumpang yang telah terinfeksi sebelum menaiki kapal. — Sumber: Pexels

"Asumsi kami adalah mereka terinfeksi saat berada di luar kapal," ujar Maria Van Kerkhove.

WHO menjelaskan dugaan penularan antarmanusia dalam lingkup terbatas juga masih terus diselidiki. Penularan semacam itu dinilai sangat jarang terjadi, namun tetap dimungkinkan dalam kontak erat dengan rentang waktu satu hingga enam minggu.

Dari total 147 penumpang dan awak kapal, sebanyak tujuh orang dilaporkan jatuh sakit. Dua di antaranya telah terkonfirmasi terinfeksi hantavirus, sementara lima lainnya masih berstatus kasus dugaan.

"Sayangnya, tiga orang telah meninggal," katanya.

WHO menyebut satu pasien saat ini masih menjalani perawatan intensif di Afrika Selatan dan kondisinya dilaporkan mulai membaik. Sementara dua pasien lainnya masih berada di atas kapal dan tengah dipersiapkan untuk proses evakuasi medis menuju Belanda.

Sebagai langkah pencegahan, seluruh penumpang diminta tetap berada di kabin masing-masing selama proses disinfeksi dan penerapan protokol kesehatan dilakukan di kapal. Hingga saat ini, WHO belum menerima laporan tambahan terkait kasus bergejala baru.

Hantavirus diketahui ditularkan melalui hewan pengerat dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. WHO kini masih melakukan pengurutan gen untuk memastikan jenis virus yang menyerang para penumpang, dengan virus Andes menjadi salah satu dugaan awal.

Pejabat WHO juga menyebut tidak ditemukan bukti keberadaan hewan pengerat di dalam kapal. Namun, sejumlah persinggahan kapal di kawasan pesisir Afrika diduga menjadi salah satu kemungkinan sumber paparan satwa liar yang menyebabkan infeksi tambahan.

WHO kini berkoordinasi dengan otoritas kesehatan di Cabo Verde, Belanda, Afrika Selatan, Spanyol, Inggris, serta operator kapal guna melanjutkan investigasi. Proses pelacakan kontak dan analisis laboratorium masih terus dilakukan.

Kapal MV Hondius dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Kepulauan Canary setelah proses evakuasi pasien selesai dilakukan. Otoritas Spanyol nantinya akan melakukan investigasi lanjutan serta disinfeksi menyeluruh terhadap kapal tersebut.

MV Hondius sendiri diketahui tengah menjalani pelayaran ekspedisi kutub selama beberapa pekan dari Argentina menuju Antartika sebelum wabah tersebut terjadi.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Wow Ini Cara Unik Vokalis Grup Musik Kahitna Hedi Yunus untuk Rayakan Ulang Tahun

Makin Bersih dan Asri, Pemkot Yogyakarta Terjunkan Alat Berat Tata Sungai Code

Arthur Gea Raih Gelar ATP Perdana di Los Cabos, Taylor Fritz Tantang Rafael Jodar di Final Washington

Pentagon Jadwalkan Jet Tempur Generasi Keenam F-47 Terbang Tahun 2028

Festival Gir Sereng Kota Probolinggo Jadi Upaya Melestarikan Budaya Lokal

Roma Bidik Penyerang Aston Villa Evann Guessand, Negosiasi Berpotensi Gunakan Skema Pinjaman

Bursa Transfer: Manchester United Pertahankan Enzo Kana-Biyik, Schalke Bidik Buonanotte

Promosikan Kain Ulos agar Makin Banyak Dikenal

Rudal Balistik Hipersonik Iran: Pejabat Pentagon Peringatkan Pasukan AS akan Kesulitan Menghadapi Kheibar Shekan

Piala AFF 2026: Thailand Gusur Malaysia ke Puncak Grup B, Anthony Hudson Puji Clean Sheet Tim Asuhannya

Cegah Pencemaran Meluas, Enam Ton Minyak Berhasil Dibersihkan dari Perairan Semau

Kapten Timnas Sepak Bola Indonesia Rizky Ridho: para Pemain Tidak Akan Terpancing Provokasi Vietnam

Wajib Ditiru Kebijakan Ini, Pemkab Gianyar Bali Lindungi 595 Seniman melalui BPJS Ketenagakerjaan

Debut Enzo Maresca di Manchester City Berakhir Pahit, Tetap Puas Meski Kalah Adu Penalti dari Inter Milan

Dampak Kekeringan, PMI Cianjur Distribusikan Air Bersih untuk 1.322 Keluarga

Ning Lia: Jatim Juara Umum LKS Nasional Empat Kali Berturut-turut Bukti Konsistensi Gubernur Khofifah Bangun Ekosistem Pendidikan

Fiskal Daerah Tercekik, Politik Anggaran Perlu Dikoreksi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.