- Home
-
- Luar Negeri
-
- Konflik Sudan Meluas: Ethi...
Konflik Sudan Meluas: Ethiopia dan UEA Dituding Terlibat Serangan Udara di Khartoum
Selasa, 05 Mei 2026, 19:25 WIBJAKARTA - Pemerintah Sudan menuduh Ethiopia dan Uni Emirat Arab (UEA) berada di balik serangan pesawat tak berawak yang menghantam Bandara Internasional Khartoum pada Senin (4/5). Sudan menyebut serangan tersebut sebagai bentuk "agresi langsung" terhadap wilayahnya.
Serangan drone itu dilaporkan menghantam bandara utama di ibu kota Sudan bersamaan dengan sejumlah instalasi militer di kawasan Khartoum Raya. Insiden tersebut kembali memicu ketegangan setelah ibu kota sempat mengalami periode relatif tenang usai Pasukan Pendukung Cepat atau Rapid Support Forces (RSF) dipukul mundur militer Sudan tahun lalu.
Menteri Informasi Sudan mengatakan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. Namun, otoritas bandara tetap menghentikan operasional penerbangan selama 72 jam guna memastikan prosedur keamanan berjalan optimal.
Militer Sudan mengklaim memiliki bukti kuat bahwa drone yang digunakan dalam serangan itu diluncurkan dari Bandara Bahir Dar di Ethiopia. Informasi tersebut disampaikan melalui kantor berita resmi Sudan News Agency (SUNA).
Sebelumnya pada Maret lalu, pejabat militer Sudan juga sempat menuduh RSF melancarkan serangan udara dari wilayah Ethiopia. Mereka mengklaim sempat melacak drone yang disebut berasal dari Uni Emirat Arab sebelum akhirnya berhasil ditembak jatuh di wilayah Sudan.
Seorang juru bicara militer Sudan mengatakan pihaknya kembali menemukan keterkaitan antara drone yang diluncurkan dari bandara yang sama dengan serangan terbaru di Khartoum. Tuduhan itu membuat pemerintah Sudan mengambil langkah diplomatik tegas.
Menteri Luar Negeri Sudan Mohieddin Salem mengatakan pemerintah telah memanggil pulang duta besarnya di Ethiopia untuk konsultasi terkait insiden tersebut. Ia menyebut Ethiopia dan UEA telah mengambil langkah keliru.
"Mereka memilih jalan yang salah dan akan menyesalinya," ujar Mohieddin Salem.
Ethiopia langsung membantah tuduhan tersebut dan menyebut klaim Sudan tidak berdasar. Kementerian Luar Negeri Ethiopia menegaskan kedua negara memiliki hubungan persahabatan yang panjang dan menyerukan dialog damai antar pihak yang bertikai di Sudan.
UEA hingga kini belum memberikan pernyataan terbaru terkait tuduhan tersebut. Namun sebelumnya negara Teluk itu telah berulang kali membantah keterlibatan dalam konflik Sudan maupun tuduhan mendukung RSF.
Serangan ini terjadi hanya sepekan setelah penerbangan komersial internasional pertama dalam tiga tahun mendarat di Bandara Internasional Khartoum. Bandara tersebut sebelumnya menjadi salah satu titik pertempuran utama sejak perang saudara pecah pada 2023.
Konflik berkepanjangan antara militer Sudan dan RSF telah menewaskan lebih dari 150 ribu orang. Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mencatat sekitar 12 juta warga terpaksa mengungsi dalam krisis kemanusiaan terbesar di dunia saat ini.
Perang tersebut juga memicu kelaparan massal serta tuduhan genosida di wilayah Darfur barat yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
- UEA
- Ethiopia
- serangan drone
- rsf
- Krisis Kemanusiaan Sudan
- Konflik Afrika
- Konflik Sudan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Hasil Undian 16 Besar Liga Champions 2025/26: Jalur Final Resmi Terbentuk
-
Milan Terancam Terlempar dari Empat Besar Usai Dikalahkan Atalanta 2-3
-
Jalan Putus di Lembah Anai, Guru SMP Negeri 1 Malalak Tidur di Sekolah Agar Tetap Mengajar
-
Persiapan Imlek 2026 di Tulungagung: Tradisi Ganti Baju Dewa Mak Co
-
Jalur KRL dan KA Diminta Dipisah
-
Memphis Grizzlies Tumbangkan Denver Nuggets 125-118
-
Konflik dengan Iran, Ekspor Minyak Gas AS Tetap Normal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.