• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Ericsson Dorong Percepatan...

Ericsson Dorong Percepatan 5G di Indonesia, Disebut Kunci Daya Saing Ekonomi Digital Menuju 2045

Selasa, 05 Mei 2026, 11:50 WIB

JAKARTA - Ericsson menegaskan pentingnya percepatan implementasi 5G sebagai fondasi utama dalam memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia. Hal ini disampaikan dalam partisipasi Ericsson pada Indotelko Forum 2026 yang digelar di Jakarta pekan lalu, yang mempertemukan pemangku kepentingan lintas untuk membahas masa depan konektivitas digital nasional.

Sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045, Ericsson menilai 5G tidak lagi sekadar evolusi teknologi, melainkan infrastruktur krusial yang akan menopang transformasi di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, energi, hingga layanan publik.

Ket. Foto: President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, dalam ajang Indotelko Forum 2026. Ericsson menegaskan percepatan implementasi 5G di Indonesia penting untuk memperkuat ekonomi digital nasional. Teknologi ini diproyeksikan berkontribusi hingga 41 miliar dolar AS terhadap PDB pada 2030. — Sumber: Ericsson Indonesia

Secara global, 5G terus menunjukan pertumbuhan signifikan sebagai generasi konektivitas dengan adopsi tercepat. Berdasarkan Ericsson Mobility Report jumlah pelanggan 5G diperkirakan mencapai sekitar 2,9 miliar pada akhir 2025 dan akan meningkat menjadi 6,4 miliar pada 2032, mencakup mayoritas langganan seluler. Seiring dengan itu, trafik data seluler juga diproyeksikan tumbuh lebih dari dua kali lipat dalam periode yang sama.

Di Indonesia, potensi ekonomi dari pengembangan 5G sangat besar. Selain mendorong efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor, GSMA memperkirakan investasi lanjutan dalam teknologi ini diperkirakan dapat memberikan kontribusi hingga 41 miliar dollar amerika terhadap PDB nasional pada periode 2024-2030.

President Director Ericsson Indonesia, Nora Wahby, mengatakan, “5G telah menjadi infrastruktur nasional yang krusial. Teknologi ini akan mempercepat transformasi digital Indonesia melalui jaringan berkecepatan tinggi, andal, dan berlatensi rendah yang penting untuk mendukung aplikasi digital canggih serta teknologi baru di berbagai sektor industri.”

“Saat ini, jaringan telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari dan berperan sentral terhadap kemajuan ekonomi, terutama untuk layanan-layanan vital. Karena itu, Indonesia membutuhkan jaringan 5G yang aman, tangguh, cerdas, dan berkinerja tinggi untuk mengembangkan berbagai use case baru serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang berkelanjutan,” jelas Nora melalui keterangannya pada hari Senin (4/5).

Seiring meningkatnya kebutuhan layanan digital dan pemanfaatan teknologi berbasis AI yang menuntut jaringan lebih cepat, berlatensi rendah, dan andal, percepatan pembangunan infrastruktur digital menjadi semakin mendesak.

Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan dukungan ekosistem yang kondusif melalui kepastian regulasi, ketersediaan spektrum yang memadai, serta iklim investasi yang sehat agar implementasi 5G dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) sedang dalam proses menyiapkan pelelangan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.

Head of Government and Industry Relations Ericsson Indonesia Ronni Nurmal mengatakan, adopsi AI dan 5G di Indonesia masih berada pada tahap awal dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia Tenggara. Namun dengan kebijakan spektrum yang tepat dan kolaborasi yang kuat, serta dukungan ekosistem vendor yang seimbang, Indonesia memiliki peluang besar untuk mempercepat transformasi digital.

“Pada akhirnya, keputusan yang diambil hari ini, terutama dalam membangun dan mengelola jaringan, akan menentukan seberapa cepat Indonesia dapat mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.” Jelasnya.

  • 5G
  • Ericsson
  • Indonesia Emas 2045
  • Investasi teknologi
  • AI Indonesia
  • infrastruktur digital
  • Ekonomi Digital
  • Ericsson Mobility Report
  • Telekomunikasi Indonesia
  • Indotelko Forum 2026
  • spektrum 2.6 GHz
  • spektrum 700 MHz

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.