Atasi Stunting, Pemkab Pasaman Barat Jalankan Program Brondol Sawit

Selasa, 05 Mei 2026, 11:30 WIB

SIMPANG EMPAT – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, menjalankan program Brondol Sawit atau kolaborasi dengan perusahaan sawit untuk mengatasi  dan mengendalikan stunting melalui intervensi gizi sensitif terpadu agar angka stunting di daerah itu bisa ditekan.

Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Pasaman Barat Joni Hendri di Simpang Empat, Selasa (05/5), mengatakan program itu berupa renovasi rumah tidak layak huni, pembangunan jamban layak, pembangunan air minum aman, sambungan listrik bersubsidi, bantuan bahan bakar memasak berupa kompor dan gas untuk memasak.

Ket. Foto: Salah atau wujud peran perusahaan kelapa sawit menekan angka stunting dengan memperbaiki rumah tidak layak huni di Air Bangis dan Sungai Aur. — Sumber: ANTARA

"Dukungan perusahaan kelapa sawit sangat dibutuhkan dalam penanganan stunting. Kolaborasi ini sangat penting agar angka stunting dapat ditekan," katanya berharap.

Dia menyebutkan berdasarkan data aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Agustus 2025, terdapat 12,4 persen  balita dengan kondisi stunting atau  4.056 balita di Pasaman Barat.

"Angka stunting ini yang terus kita upayakan agar dapat diturunkan dengan kolaborasi bersama perusahaan kelapa sawit," ujarnya.

Dari beberapa perusahaan kelapa sawit yang ada sudah ada perusahaan dari PT Bakrie Pasaman Plantations (BPP)  yang telah memperbaiki rumah tidak layak huni di Air Bangis dan Sungai Aur.

Selain melibatkan perusahaan kelapa sawit, Pemkab Pasaman Barat juga meningkatkan strategi komunikasi perubahan perilaku dengan pelibatan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan peningkatan kapasitas para kader dalam percepatan penurunan stunting (P3S).

Dia menjelaskan berdasarkan sanding data Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2025 e-PPGBM Agustus 2025 terdapat 1.110 balita yang beririsan. 

Dari 1.110 tersebut, 39 balita tinggal pada rumah tidak layak huni, 60 balita tidak memiliki akses jamban yang layak, 69 balita tidak memiliki akses air minum aman, 22 balita masih tinggal bersama orang tua yang memasak  menggunakan kayu bakar/minyak tanah, dan dua balita tinggal di rumah yang tidak memiliki penerangan PLN.

"Kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan anak stunting miskin sebesar Rp1.414.250.000 baik untuk rumah tidak layak huni, air minum layak huni, sumber penerangan dan lainnya," katanya.

Pemkab Pasaman Barat, katanya, akan mendampingi melalui program nutrisi atau spesifik melalui pemberian makan tambahan lokal di dinas kesehatan, prioritas mendapatkan program keluarga harapan dan bantuan pangan non tunai, serta bantuan langsung tunai melalui dana desa.

Selain itu bagi keluarga yang tidak memiliki dokumen kependudukan dan pencatatan sipil akan dibuatkan, jika tidak ada jaminan kesehatan akan diikutkan melalui PBI, jika putus sekolah masih di usia sekolah akan diberikan beasiswa untuk kembali sekolah dan jika putus sekolah tidak lagi di usia sekolah akan diikutkan pada ujian paket.

Kemudian jika tidak bekerja tapi masih usia angkatan kerja akan diberikan pelatihan, wirausaha, dan ekonomi kreatif. 

"Jika bekerja pada sektor ekonomi prioritas mendapatkan alat mesin pertanian, KUR dan subsidi," katanya.

Program Brondol Sawit  merupakan kolaborasi pemerintah kabupaten dengan perusahaan sawit  untuk mengatasi dan mengendalikan stunting lewat intervensi gizi sensitif terpadu. Pemerintah kabupaten bersinergi dengan perusahaan sawit untuk  menekan angka stunting melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Libur Panjang HUT Ke-81 RI, Wisatawan Padati Kawah Sikidang Dieng

Pascagempa NTT, PLN: 429 Gardu Listrik Sudah Pulih dan Kembali Beroperasi

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Kemkomdigi Pantau Pemulihan Layanan Seluler

Trump Segera Deklarasikan Selat Hormuz sebagai "Wilayah" AS

Wapres Gibran Sampaikan Duka atas Bencana Gempa M7,7 di NTT, Pastikan Penanganan Maksimal

TNI-Polri dan Pemprov DKI Gelar Aksi Bersih Sungai dan Bantaran di 11 Lokasi

Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg Mulai Hari Ini

Semarak HUT ke-81 RI, SariWangi Hadirkan Pesta Rakyat dan Lomba Gapura di Berbagai Daerah

Gempa dengan Magnitudo 7,7 Picu 111 Gempa Susulan! Ini Imbauan Terbaru BMKG

Masa Depan 'X-Men': Marvel Ungkap Deretan Bintang Para Mutan Profesor Xavier

Pilihan Pelancong Dunia, Vietjet Dinobatkan sebagai Maskapai dengan Seragam Awak Kabin Terbaik

Kekeringan Melanda Natuna, Polres Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga dan Sekolah.

Jembatan Garuda di Tanah Laut Resmi Dimanfaatkan, Warga Kini Lebih Mudah Beraktivitas.

Kampanye “Berani Bicara Berat” Tegaskan Obesitas Sebagai Penyakit Kronis

HUT ke-81 RI, Dedi Mulyadi Pastikan Upacara di Gedung Sate Sekaligus Buka Hasil Revitalisasi.

Sikap Siap Hormat! Prajurit Marinir Kibarkan Merah Putih di Puncak Menara Telkomsel 74 Meter.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Ajak Warga Rawat Perdamaian dengan Semangat Persaudaraan.

KSOP Ternate Minta Warga Laporkan Petugas yang Terlibat Pungli Pembayaran Bagasi.

Hati-hati! Obesitas Bukan Cuma Soal Penampilan, Ini Masalah Kesehatan Serius!

Rusak 10 Tahun, Bendung Irigasi Ampek Jirek Padang Pariaman Direhabilitasi Rp979,6 Juta.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.