WHO Turun Tangan Selidiki Kasus Hantavirus Mematikan di Samudra Atlantik

Senin, 04 Mei 2026, 23:23 WIB

JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu (3/5) malam waktu setempat mengonfirmasi tiga orang meninggal dunia di sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik, dengan sedikitnya satu di antaranya terkonfirmasi meninggal akibat hantavirus.

Hingga saat ini, satu kasus infeksi hantavirus telah terkonfirmasi melalui uji laboratorium, dan terdapat lima kasus dugaan tambahan. Tiga dari enam individu yang terpapar telah meninggal dunia, sementara satu orang saat ini dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan.

Ket. Foto: — Sumber: Getty Images

Dalam sebuah pernyataan kepada Xinhua, WHO mengungkapkan pihaknya tengah mendukung penanganan kejadian kesehatan masyarakat yang melibatkan sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik.

Hingga saat ini, satu kasus infeksi hantavirus terkonfirmasi melalui uji laboratorium, dan terdapat lima kasus dugaan tambahan. Tiga dari enam individu yang terpapar telah meninggal dunia, sementara satu orang saat ini dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan.

Badan dunia tersebut menyatakan penyelidikan mendetail masih berlangsung, termasuk pengujian laboratorium lanjutan dan investigasi epidemiologis. Perawatan medis serta dukungan tengah diberikan kepada penumpang dan awak kapal. Proses pengurutan genom virus tersebut juga masih berlangsung, imbuh pernyataan itu.

Infeksi hantavirus umumnya terkait dengan paparan lingkungan (terpapar urine atau feses hewan pengerat yang terinfeksi). Meskipun langka, hantavirus dapat menular antarmanusia dan dapat mengakibatkan penyakit pernapasan berat, sehingga memerlukan pemantauan pasien, dukungan, serta respons yang cermat.

WHO memfasilitasi koordinasi antara negara-negara anggota dan operator kapal untuk evakuasi medis terhadap dua penumpang yang bergejala, serta melakukan penilaian risiko kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan memberikan dukungan bagi penumpang lainnya di atas kapal.

Menurut laporan sebelumnya, Departemen Kesehatan Nasional Afrika Selatan mengonfirmasi dua orang meninggal dunia akibat infeksi pernapasan akut di atas kapal pesiar yang dikenal sebagai MV Hondius di Samudra Atlantik.

Laporan sebelumnya menyebutkan MV Hondius tengah berlayar dari Ushuaia di Argentina menuju Tanjung Verde ketika mengalami kasus "penyakit pernapasan akut berat," yang mengakibatkan meninggalnya sepasang lansia serta satu orang lainnya yang sedang menjalani perawatan di unit perawatan intensif di Johannesburg, Afrika Selatan. Ant/Xinhua

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

Karhutla Tanah Bumbu, Polisi Bagikan Masker untuk Lindungi Warga dari Asap.

Karhutla Jadi Perhatian, Papua Tengah Bentuk Satgas untuk 8 Kabupaten.

Kementerian PU Turun Tangani Karhutla di Tanjung Selor, Kaltara.

Kabut Asap Karhutla Muncul, Pelayaran Speedboat Tanjung Selor-Tarakan Tetap Normal.

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Gempa M4,8 Guncang Perairan 84 Km Timur Laut Ruteng Manggarai NTT.

Rumah Adat di Kawasan Wisata Sade Lombok Terbakar.

Karhutla Jambi Meningkat, Wakapolda Cek Titik Panas dan Evaluasi Penanganan.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.