Bersitegang soal Iran, Kanselir Jerman Tegaskan Tak Akan Putus Hubungan dengan Donald Trump

Senin, 04 Mei 2026, 06:05 WIB

BERLIN – Kanselir Jerman Friedrich Merz pada Minggu (3/5), menyatakan bahwa ia tidak akan menyerah untuk tetap bekerja sama dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, meskipun terjadi ketegangan antara keduanya terkait konflik yang sedang berlangsung di Iran.

“Saya tidak menyerah pada kerja sama hubungan transatlantik,” ujar Merz kepada penyiar publik ARD dalam wawancara yang dijadwalkan tayang pada Minggu malam. “Saya juga tidak menyerah pada kerja sama dengan Donald Trump.”

Ket. Foto: Kanselir Jerman Friedrich Merz. — Sumber: Antara

Merz berupaya meredam ketegangan dengan Trump, dengan menyebut bahwa pengumuman mendadak mengenai rencana penarikan 5.000 tentara AS dari pangkalan di Jerman bukan hal yang mengejutkan dan tidak seharusnya dianggap sebagai bentuk balasan politik.

“Mungkin ini sedikit dibesar-besarkan, tetapi ini bukan hal baru,” kata Merz kepada pembawa acara Caren Miosga.

Kritik Merz dan sejumlah pemimpin Eropa terhadap perang AS-Israel dengan Iran disebut telah memperburuk hubungan dengan Trump. Ketegangan terbaru muncul setelah Merz pada 27 April menyatakan bahwa Iran “mempermalukan” Washington dalam meja perundingan.

Pernyataan itu memicu reaksi keras dari Washington, termasuk komentar Trump yang menyebut Merz menjalankan tugasnya sebagai kanselir dengan “buruk”.

Pada 3 Mei, Merz menegaskan bahwa keputusan AS terkait penarikan pasukan tidak berkaitan dengan perbedaan pendapat yang baru terjadi.

“Mitra Penting”

Kanselir Jerman itu juga mengisyaratkan bahwa rencana penempatan rudal jelajah jarak jauh Tomahawk AS di Jerman—yang sebelumnya diumumkan oleh mantan Presiden Joe Biden—kemungkinan dibatalkan untuk sementara.

Ia menyebut alasan pembatalan tersebut adalah karena persediaan senjata AS menipis akibat perang di Iran dan Ukraina.

“Amerika sendiri saat ini tidak memiliki cukup (persenjataan),” ujarnya.

“Secara objektif, hampir tidak ada kemungkinan bagi AS untuk melepaskan sistem senjata seperti itu.”

Namun ia menegaskan bahwa peluang kerja sama di masa depan masih terbuka, dan negara-negara NATO di Eropa tetap mampu menahan Rusia tanpa rudal atau pasukan AS tersebut.

Kritik Trump terhadap para pemimpin Eropa tidak hanya ditujukan kepada Merz. Ia sebelumnya juga mengejek Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, serta menyebut Italia dan Spanyol tidak membantu Amerika Serikat.

Meski demikian, Merz menegaskan bahwa ia masih sejalan dengan tujuan Trump untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir, meski memiliki pandangan berbeda soal penanganan konflik tersebut.

“Kami memiliki pandangan yang berbeda tentang perang ini. Itu bukan rahasia,” kata Merz. “Saya bukan satu-satunya yang merasakan hal itu.”

Merz juga menyatakan bahwa Trump menghormati haknya untuk memiliki pandangan berbeda, meski “mungkin sedikit berkurang saat ini”.

“Namun itu tidak mengubah fakta bahwa saya tetap yakin Amerika adalah mitra penting bagi kami—mitra paling penting kami dalam aliansi Atlantik Utara,” katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.