296 Warga Papua Barat Daya Siap Berhaji 2026, Pemprov Gelontorkan Rp1,5 Miliar

Minggu, 03 Mei 2026, 17:35 WIB

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya (Pemprov PBD) menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar untuk memfasilitasi keberangkatan 296 calon haji asal daerah itu pada tahun 2026.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau di Sorong, Minggu, mengatakan dukungan anggaran tersebut mencakup pemberian uang saku bagi jamaah serta pembiayaan petugas dan tenaga pendamping haji.

Ket. Foto: Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau saat diwawancarai terkait keberangkatan jamaah calon haji asal Papua Barat Daya di Sorong, pada Minggu (3/5/). — Sumber: Antara Foto

“Total bantuan yang diberikan sebesar Rp1,5 miliar, termasuk uang saku bagi jamaah dan pembiayaan petugas pendamping,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap jamaah calon haji mendapatkan bantuan uang saku sebesar Rp2 juta. Selain itu, pemerintah daerah juga menanggung biaya petugas yang mendampingi jamaah dari Sorong menuju embarkasi Makassar hingga proses keberangkatan ke Tanah Suci.

Menurut Ahmad, jumlah jamaah calon haji Papua Barat Daya dan Papua Barat pada tahun ini mengalami penurunan dari 722 orang menjadi 447 orang.

“Kuota tahun ini khusus Papua Barat Daya sebanyak 296 orang, termasuk satu orang Tim Pendamping Haji Daerah (TPHD),” katanya.

Dia mengatakan pemerintah juga telah memastikan kesiapan teknis keberangkatan, termasuk dukungan di sektor kesehatan mulai masker, vitamin, serta tim medis yang terdiri dari tiga dokter dan tujuh perawat untuk mendampingi jamaah.

Selain itu, kata dia, seluruh jamaah calon haji telah menerima vaksin wajib, yakni vaksin COVID-19, meningitis, dan polio.

“Seluruh jamaah sudah divaksin dan dalam kondisi sehat serta siap diberangkatkan,” ujarnya.

Ahmad menambahkan, pelepasan resmi jamaah calon haji Papua Barat Daya dijadwalkan berlangsung pada Senin (4/5) di Kota Sorong dan akan dipimpin langsung oleh Gubernur Papua Barat Daya.

Ia juga mengingatkan para jamaah untuk menjaga kesehatan, meluruskan niat ibadah, serta menjaga nama baik daerah selama berada di Tanah Suci.

“Mereka bukan hanya berangkat secara pribadi, tetapi juga sebagai duta Papua Barat Daya, sehingga harus menjaga nama baik daerah dan mematuhi aturan yang berlaku,” katanya.

  • Haji 2026

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.