Prabowo di AS: Membuka Bab Baru Kerja Sama Strategis
Kamis, 19 Feb 2026, 07:55 WIBJAKARTA-Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS) diharapkan memberi dampak besar bagi pertumbuhan investasi asing di Indonesia. Kerja sama dengan AS kiranya memberi manfaat strategis bagi RI.
Mahasiswa doktoral Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Frederik M Gasa, menyambut positif upaya negosiasi Presiden Prabowo untuk meningkatkan investasi dari Amerika Serikat (AS).
 "Diplomasi dan negosiasi Prabowo dengan AS dalam beberapa waktu belakangan ini memberikan signal bahwa kedua negara akan coba memperkuat kemitraan dalam berbagai bidang," ujarnya.
Frederik menilai, investasi AS dapat menjadi solusi untuk percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. "Atas nama percepatan pembangunan dan demi menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia, investasi negara-negara asing, terutama Amerika Serikat, bisa jadi solusi yang masuk akal saat ini," katanya.
Namun, Frederik juga menekankan pentingnya tetap waspada dan memastikan bahwa investasi AS membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia. "Kita perlu tetap optimistis dengan adanya kerja sama ini. 2045 rasa-rasanya tidak lama lagi dan untuk bisa sampai pada cita-cita besar bersama, bahwa Indonesia akan lebih hebat lagi karena nantinya, kita perlu fondasi yang kuat di berbagai sektor, terutama ekonomi," pungkasnya.
Dengan demikian, kerja sama dengan AS diharapkan dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ekonomi Indonesia dan mewujudkan cita-cita besar bangsa.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS) difokuskan untuk membahas kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi.
Presiden Prabowo dan rombongan tiba di AS pada Selasa (17/2) waktu setempat. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden dan rombongan mendarat di Pangkalan Militer Andrews, Washington DC, AS.
Pertemuan difokuskan untuk membahas kerja sama strategis di berbagai bidang ekonomi dengan adanya beberapa perundingan serta perjanjian dagang," kata Teddy dalam keterangan di Jakarta, Rabu (18/2).
Teddy menyampaikan kedatangan Presiden Prabowo disambut oleh ratusan diaspora Indonesia yang terdiri dari mahasiswa, pekerja serta warga negara Indonesia yang bertempat tinggal di Washington DC dan sekitarnya.
Presiden Prabowo diagendakan langsung melakukan pertemuan pada malam hari waktu setempat, serta beberapa pertemuan dengan Pemerintah dan pengusaha Amerika Serikat.
Kunjungan itu juga menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri.
Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju AS antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri tiga agenda, yaitu pertemuan dengan kelompok pebisnis Amerika Serikat pada Rabu (18/2), konferensi tingkat tinggi (KTT) perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza pada Kamis (19/2), dan pertemuan bilateral dengan Presiden AS, Donald Trump untuk salah satunya menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART), yang negosiasinya telah berjalan sejak 2025.
Terkait dengan agenda BoP, KTT perdana itu akan dipimpin langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump selaku inisiator.
Indonesia resmi masuk sebagai anggota BoP setelah Presiden Prabowo Subianto ikut menandatangani piagam pembentukan lembaga tersebut saat acara peluncuran di Davos, Swiss pada 22 Januari 2026.
Perkuat posisi tawar
Peneliti ekonomi Core, Yusuf Rendi Manilet, menyambut kerja sama strategis dengan harapan besar, namun juga menekankan pentingnya hasil nyata. "Kerja sama strategis sering kali terdengar menjanjikan, tapi kita perlu memastikan bahwa kesepakatan tersebut benar-benar menghasilkan investasi riil, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri dalam negeri," ujarnya.
Yusuf juga menyoroti posisi tawar Indonesia yang perlu diperkuat. "Sebagai negara berkembang, kita berisiko menjadi pemasok sumber daya atau pasar bagi produk dan investasi asing tanpa memperoleh nilai tambah industri yang signifikan. Kita perlu memastikan bahwa kerja sama ini membawa manfaat nyata bagi ekonomi kita," katanya.
Dengan demikian, Indonesia perlu strategi yang tepat untuk memanfaatkan kerja sama strategis ini demi kemajuan ekonomi nasional.
- Amerika Serikat (AS)
- Investasi Asing
- Kerja Sama Ekonomi
- RI-AS
- Pertumbuhan Ekonomi
- Presiden Prabowo Subianto
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Presiden Prabowo: Imbas Konflik Iran, Banyak Negara Minta Bantuan Pupuk dari Indonesia
-
Presiden Prabowo Panggil Purbaya hingga Agus Gumiwang, Bahas Pembentukan BUMN Khusus Ekspor
-
“Tak Kenal Lelah!” Presiden Prabowo Disebut Pejuang Modern untuk Bangsa.
-
Aksi Tak Terduga Presiden Prabowo di Miangas: Minta Mobil Berhenti untuk Sapa Prajurit TNI.
-
Prabowo Resmikan 1.061 KMP di Nganjuk, Warga Antusias Sambut Kedatangan Presiden
-
Presiden Prabowo Beri Arahan Ketua DPRD Seluruh Indonesia di Magelang
-
Presiden Prabowo Hadiri KTT ASEAN di Filipina, Bawa Misi Kerja Sama Ekonomi Subkawasan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.