Tol Serang-Panimbang Percepat Konektivitas dan Ekonomi Banten

Rabu, 29 Apr 2026, 23:59 WIB

JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengakselerasi penyelesaian pembangunan Jalan Tol Serang–Panimbang di Provinsi Banten secara bertahap.

Sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), jalan tol sepanjang 83,67 kilometer (km) ini dirancang untuk memperkuat konektivitas wilayah utara hingga selatan Banten sekaligus menjadi katalis pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.

Ket. Foto: Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 (Serang-Rangkasbitung) sepanjang 26,5 kilometer (km) guna mendukung arus mudik lebaran 2025, Jakarta. — Sumber: ANTARA/ HO-WIKA.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan jalan tol memiliki peran jauh melampaui fungsi transportasi.

“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional. Kehadiran tol ini akan membuka akses, menumbuhkan pusat ekonomi baru, dan mempercepat pemerataan pembangunan,” kata Menteri Dody di Jakarta, Rabu (29/4).

Jalan Tol Serang–Panimbang terbagi menjadi tiga seksi yang melintasi Kota Serang, Kabupaten Lebak, dan Kabupaten Pandeglang.

Seksi 1 Serang–Rangkasbitung 26,45 km telah beroperasi penuh sejak 2021. Ruas ini menjadi penghubung utama mobilitas masyarakat di Banten bagian tengah dan terbukti mengurangi kepadatan di jalur arteri eksisting.

Seksi 2 Rangkasbitung–Cileles 24,17 km kini memasuki tahap akhir penyelesaian. Hingga akhir April 2026, progres konstruksi telah mencapai 98,64% sementara pembebasan lahan sebesar 86,71%.

Kementerian PU menargetkan konstruksi Seksi 2 rampung pada kuartal II tahun 2026 sehingga dapat segera dioperasikan.

Seksi 3 Cileles–Panimbang 33 km merupakan porsi dukungan pemerintah dan dibangun secara bertahap. Pekerjaan Fase 1 telah mencapai 99,88%.

Adapun Fase 2 yang terbagi dalam beberapa paket pekerjaan konstruksi terus berjalan dan ditargetkan selesai bertahap hingga akhir 2026.

Tol Serang–Panimbang dirancang dengan standar tinggi untuk melayani arus kendaraan jarak jauh. Jalan tol ini memiliki kecepatan rencana 100 km per jam, konfigurasi 4 lajur 2 arah dengan lebar median 3,8 meter.

Untuk mendukung aksesibilitas kawasan, tol ini dilengkapi sejumlah simpang susun utama, yakni Walantaka, Cikeusal, Tunjung Teja, Rangkasbitung, Cikulur, Cileles, Bojong, dan Panimbang.

Dampak Berganda

Kehadiran Jalan Tol Serang–Panimbang diyakini akan mempercepat pengembangan kawasan ekonomi dan pariwisata di Provinsi Banten.

Tol ini menjadi akses utama menuju Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung, destinasi wisata pesisir selatan Banten, serta kawasan konservasi Taman Nasional Ujung Kulon yang selama ini terkendala akses.

Dari sisi waktu tempuh, dampaknya signifikan. Perjalanan dari Jakarta menuju Tanjung Lesung yang sebelumnya memakan waktu 4–5 jam diproyeksikan terpangkas menjadi hanya sekitar 2–3 jam setelah seluruh seksi tersambung.

Penyelesaian jalan tol ini diharapkan meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, membuka peluang investasi baru di koridor selatan Banten, serta memperkuat pemerataan pembangunan antara wilayah utara dan selatan Provinsi Banten.(ers)

  • Tol Serang–Panimbang

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.