Jogja Spark Dorong Talenta Kreatif Yogyakarta Tembus Pasar Global

Rabu, 29 Apr 2026, 17:30 WIB

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong sumber daya manusia (SDM) kreatif untuk memperluas jejaring dan meningkatkan daya saing melalui kolaborasi dalam ekosistem inovasi. Salah satu upaya yang didorong adalah pemanfaatan Jogja Spark sebagai penghubung antara potensi lokal dengan kebutuhan pasar yang lebih luas.

Jogja Spark sendiri merupakan platform creative outsourcing dan innovation hub yang dirancang untuk menjembatani talenta kreatif Yogyakarta dengan pasar nasional hingga global. Melalui platform ini, potensi SDM kreatif tidak hanya difasilitasi, tetapi juga diarahkan agar mampu berkembang dan bersaing di tingkat internasional, sekaligus memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat outsourcing kreatif.

Ket. Foto: Para mahasiswa dari berbagai akademisi dan komunitas kreatif mengikuti preintroduction Jogja Spark di PDIN Yogyakarta. — Sumber: Dok. Pemkot Yogyakarta

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif ini yang digagas Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta bersama IBR Media Komunikasi Kreatif. Menurutnya, Yogyakarta memiliki kekuatan sebagai kota pendidikan, budaya, pariwisata, sekaligus pusat ekonomi kreatif. Keberadaan Pusat Desain Industri Nasional turut mendukung ekosistem tersebut.

“Yang paling penting adalah bagaimana sumber daya manusia yang ada di Kota Yogyakarta ini bersinergi dengan Jogja Spark,” kata Wawan saat membuka preintroducing Jogja Spark di PDIN Yogyakarta, Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan, mahasiswa dan pelaku kreatif yang hadir dalam kegiatan tersebut merupakan potensi talenta yang diharapkan dapat berkembang melalui kolaborasi dengan Jogja Spark. Wawan juga mengingatkan bahwa keberhasilan tidak dicapai secara instan, melainkan melalui kedisiplinan, ketekunan, dan peningkatan kapasitas secara berkelanjutan.

“Ini adalah suatu hub yang bisa meng-connecting-kan antara potensi yang ada di Kota Yogya dengan Jogja Spark sebagai agregatornya. Harapannya talenta-talenta di sini bisa memanfaatkan momentum ini, jadi supaya bisa ter-skil up potensi yang ada dan bisa disalurkan ataupun menjadi kerjasama dengan Jogja Spark untuk ditempatkan ke tempat yang lebih mendunia ke pasar global maupun nasional,” terangnya.

Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, menjelaskan bahwa kegiatan pra-pengenalan ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran di kalangan akademisi dan komunitas kreatif. Ia menilai banyak talenta muda sebenarnya memiliki kemampuan, namun belum optimal bersaing di tingkat global karena keterbatasan sertifikasi dan akses pasar.

“Jogja Spark adalah sebuah platform kreatif yang akan mendidik talenta-talenta muda Kota Yogyakarta. Di Jogja Spark ini talenta-talenta muda dari perguruan tinggi, dari komunitas kreatif akan diinkubasi dan memperoleh sertifikasi keahlian. Setelah punya sertifikat mau diapain? Ini siap menjualnya. Artinya tidak sekadar mendidik sudah, tidak. Tapi nanti akan mengkomersialkan. inkubasi ini, tentu saja akan marketable,” jelas Tri Karyadi.

Sementara itu, pendiri Jogja Spark, Imat Badruddin, menyebut platform ini sebagai digital outsourcing hub yang membuka peluang kerja luas, mulai dari pekerjaan dasar seperti data entry hingga bidang berbasis keahlian seperti desain, pengembangan website, coding, hingga maintenance.

“Jogja spark adalah sebetulnya digital outsourcing hub. Pekerjaan apa yang bisa dilakukan, mulai dari hal dasar seperti data entry sampai mendesain, bisa website, coding, art development dan maintenance. Harapannya Jogja Sparkbisa memberikan lapangan kerja yang lebih baik,” pungkas Imat.

Ia menambahkan, Jogja Spark juga telah memiliki jaringan internasional, termasuk dengan sejumlah perusahaan di New York, sehingga diharapkan mampu membuka akses pasar global bagi talenta lokal Yogyakarta.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.